Berita

Direktur Riset dan Survei Indonesia Political Expert (IPE), Agustanto Suprayoghi/RMOL

Politik

Berita dan Konten Perdebatan Cawapres Potensi Pengaruhi Elektabilitas

KAMIS, 18 JANUARI 2024 | 16:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Berita-berita dan konten-konten yang terkait debat calon wakil presiden (cawapres), berpotensi mempengaruhi tingkat keterpilihan mereka di Pilpres 2024.

Direktur Riset dan Survei Indonesia Political Expert (IPE), Agustanto Suprayoghi menjelaskan, dalam survei ketiga Pilpres 2024 yang digelar pihaknya pada Desember 2023, menunjukkan hal tersebut.

"Kalau di survei ketiga kami, kami sempat tanya itu. Debat itu berpengaruh tidak? Tidak ternyata. Yang berpengaruh apa? berita dari hasil debat itu," ujar Agus ditemui di Amaris Hotel, Jalan Ir. H. Juanda, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).


Meski tidak menyebutkan angka pastinya, Agus secara umum memastikan publik tidak tertarik menonton tayangan debat secara keseluruhan di hari pelaksanaan.

"Kalau debatnya, waktu kita survei di survei ketiga, itu banyak yang enggak nonton. Tetapi potongan-potongan dari debat itu yang mereka tonton," urai Agus.

"Jadi kalau ditanya, apakah debatnya berpengaruh (ke elektabilitas)? Tidak. Tetapi berita tentang debat, potongan-potongan narasi dalam debat itu yang akan mempengaruhi masyarakat," sambungnya.

Oleh karena itu, Agus menyarankan tim kampanye pasangan capres-cawapres membuat konten-konten yang dapat menarik perhatian masyarakat.

Sebab, di Pemilu 2024 ini juga ditentukan oleh arah politik kaum muda, yang jumlahnya hampir 60 persen di dalam daftar pemilih tetap (DPT).

"Jadi, tim kampanye pandai-pandai saja untuk ngerajut narasi-narasi debat itu, apakah positif atau negatif bagi calon yang mereka dukung," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya