Berita

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Ali Masykur Musa di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (17/1)/RMOL

Politik

Pilpres Harus Satu Putaran, Ini 3 Alasan TKN Prabowo-Gibran

RABU, 17 JANUARI 2024 | 15:20 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka beberkan alasan yang membuat pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2 menang satu putaran.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Ali Masykur Musa mengatakan ada tiga hal yang membuat TKN percaya diri menyatakan menang satu putaran.

Pertama, Indonesia adalah negara demokrasi yang prinsipnya adalah opovov (one person one value one vote), satu orang, satu nilai, satu suara dalam setiap pemilu


"Jadi kalau masalah dan mandat rakyat menghendaki satu putaran demokratis jangan dianggap ini pemaksaan tidak, kalau sekarang ini kita sudah di atas 50 persen itulah kehendak rakyat agar kita lebih efektif menang satu putaran," kata Ali saat menerima Relawan Rembuk Pagi di depan kediaman pribadi Prabowo Subianto Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

Alasan kedua, Ali menilai bila pemilu dilakukan dua putaran makan akan menambah anggaran.

Sebaliknya, anggaran tersebut bisa digunakan untuk pegiat UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.

"Kedua dengan satu putaran berarti melakukan efisiensi sebanyak minimal Rp27 triliun. Ini untuk memberikan akses permodalan pada UMKM udah cepet maju setuju ya," ungkap Ali.

Terakhir, bila harus pemilu dua putaran kemungkinan besar akan dilaksanakan di bulan puasa. Ali mengatakan ini berpeluang mengganggu jalannya ibadah umat Islam di tanah air.

"Ketiga masyarakat ingin selesai dan ingin tenang ya, bentar lagi sudah masa puasa sudah mau lebaran sudah waktunya ibadah sudah waktunya mendekatkan diri pada Tuhan pada Allah karena itu mari kita sudahi pemilu pada 14 Februari 2024 adalah akhir dari semua proses politik sehingga Pak Prabowo-Gibran menang," pungkas Ali.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya