Berita

Pembacaan keputusan tanwir I oleh Ketua SC Tanwir, Lia Karisma Saraswati di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (14/1)/Ist

Nusantara

Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah Gagas Keluarga Muda Tangguh

SELASA, 16 JANUARI 2024 | 15:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah di Pontianak, Kalimantan Barat resmi ditutup, Ahad (14/1) lalu. Penutupan itu ditandai dengan pembacaan keputusan tanwir I oleh Ketua SC Tanwir, Lia Karisma Saraswati.

Salah satu keputusan penting dari musyawarah tinggi ini adalah pengesahan hasil pembahasan sidang komisi pada Sabtu (13/1) tentang perubahan anggaran rumah tangga (ART) Nasyiatul Aisyiyah, konsep dan strategi implementasi Keluarga Muda Tangguh, serta rekomendasi internal dan eksternal Nasyiah yang dicatat dalam Resolusi Khatulistiwa.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Pabali Musa dalam menyebutkan keputusan yang sudah didapat dan dirumuskan adalah sebuah hasil yang menjadi puncak.


"Kalau tak mau terkena badai, jangan berumah di pinggir pantai. Hasil tanwir sudah terurai, jadikan target yang harus dicapai," pesannya dengan gaya berpantun khas Melayu dalam keterangannya, Selasa (16/1).

Menurutnya, agak unik membicarakan tentang keluarga muda tangguh di Kalbar. Sebab, catatan statistik menunjukkan angka pernikahan dini di bumi khatulistiwa ini tergolong tinggi. dia berharap Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah mampu merumuskan dengan detail format keluarga muda tangguh.

"Apakah mendidik keluarga dini yang baru kawin, atau justru memberikan persepsi pada masyarakat agar menunda pernikahan dini?" tanyanya.

Dia menambahkan, perempuan tangguh adalah basis untuk memperkuat Indonesia, terutama jika dikaitkan dengan perspektif perekonomian perempuan. Hal tersebut persis dengan yang disampaikan oleh Muhadjir Effendy, Menko PMK pada ceramah umumnya di rangkaian Tanwir I Nasyiah pada Sabtu (13/1).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayyinah yang hadir menutup tanwir juga memiliki pandangan serupa. Disebutkannya, selain masalah kebangsaan dan kemasyarakatan, tanwir juga mencerminkan berfungsinya roda organisasi dan kepemimpinan Nasyiah.

"Sidang tanwir selain rutin untuk memenuhi tuntutan regulasi organisasi, diharapkan juga memiliki peran strategis dalam rangka memberikan pencerahan pada masyarakat sebagai solusi permasalahan perempuan," ujarnya dihadapan 250 peserta tanwir dari seluruh Indonesia.

Angka kasus perceraian yang meningkat juga tak bisa dilepaskan dari permasalahan ekonomi. Maka, Salmah beranggapan selain nilai-nilai keluarga,  kader Nasyiah penting juga mengajarkan nilai entrepreneur sebagai nilai kemandirian dalam keluarga.

"Kader Nasyiah punya peran besar membentuk keluarga tangguh yang berakar pada nilai-nilai Islam, kasih sayang, keadilan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu menjadi fondasi utama membangun masyarakat berkeadaban," paparnya.

Modul Sekolah Parenting yang dirilis Nasyiah pada agenda tanwir ini dinilai sangat tepat oleh Salmah untuk menghadapi permasalahan seperti rendahnya pemahaman parenting (pola asuh), hingga kekerasan dalam rumah tangga yang angkanya masih tinggi.

"Itu adalah solusi membentuk keluarga muda tangguh, salah satunya melalui perempuan," kata Salmah.

Sebagai informasi, Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah merupakan permusyawaratan tertinggi di bawah muktamar. Musyawarah ini menjadi wadah  laporan pertanggungjawaban satu tahun berjalannya Pimpinan Pusat NA.

Juga, setiap pimpinan wilayah Nasyiah dari seluruh provinsi untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan membahas permasalahan yang ada di wilayahnya.

Sidang terbagi menjadi tiga komisi, yakni komisi A yang membahas perubahan Anggaran Rumah Tangga (ART) NA, komisi B yang membahas implementasi Keluarga Muda Tangguh, serta komisi C yang merumuskan berbagai rekomendasi dalam Resolusi Khatulistiwa.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya