Berita

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

Pemakzulan Jokowi Disebut Pengalihan Isu, Ini Respons PDIP

SENIN, 15 JANUARI 2024 | 20:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana pemakzulan Presiden Joko Widodo yang dinilai anggota DPD RI sekaligus mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie, sebagai pengalihan isu, mendapat respon dari PDI Perjuangan.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan, wacana pemakzulan terhadap Presiden Jokowi ibarat aksi reaksi atas berbagai intimidasi yang mengancam rakyat Indonesia jelang Pemilu 2024.

“Sebaiknya turun ke bawah saja. Wacana itu harus dipahami seorang pemimpin, mengapa muncul gerakan mahasiswa? Itu antitesa atas berbagai intimidasi dan praktek manipulasi hukum melalui MK. Jadi, terjadi aksi dan reaksi,” kata Hasto kepada wartawan, di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (15/1).


Menurutnya, lebih baik kepala negara menjadikan wacana pemakzulan itu sebagai instrumen kritik terhadap sikapnya selama ini.

“Jadi, sebaiknya dijadikan instrumen atau kritik bagi penguasa saja,” tutur Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud itu.

Menurut Hasto, pada HUT ke-51 PDIP, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah mengingatkan, bahwa seorang pemimpin harus mengayomi seluruh rakyat, tanpa pandang bulu.

“Pemimpin harus mengayomi seluruh rakyat, tanpa membedakan Parpol, status sosial, semua diperlakukan sama,” tuturnya, menirukan ucapan Megawati.

Seperti diberitakan, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Petisi 100 menemui Menko Polhukam, Mahfud MD. Mereka mengajukan permintaan pemakzulan Jokowi, karena sang presiden dianggap terlalu ikut campur dalam proses Pemilu.

Para tokoh itu meminta Pemilu 2024 berlangsung tanpa Jokowi. Sebab kepala negara dinilai tak netral, terkesan berpihak pada Prabowo-Gibran.

Menyikapi desakan Petisi 100, anggota DPD RI, Jimly Asshiddiqie, mengaku heran dengan wacana pemakzulan presiden yang kembali ramai, jelang Pemilu 2024.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menduga isu pemakzulan Jokowi untuk mengalihkan perhatian, atau karena pendukung pasangan Capres-Cawapres lain khawatir kalah.

"Aneh, satu bulan jelang Pemilu kok ada ide pemakzulan. Ini tidak mungkin, kecuali cuma pengalihan perhatian atau karena pendukung Paslon panik dan takut kalah. Mana mungkin dicapai sikap resmi 2/3 anggota DPR dan dapat dukungan 2/3 anggota MPR setelah dari MK. Mari fokus sukseskan Pemilu," tulis akun media sosial X @jimlyAs. seperti dikutip redaksi, Minggu (14/1).

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya