Berita

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti/Istimewa

Nusantara

Amanah Tanwir 1, Nasyiatul Aisyiyah Ambil Peran Kebangsaan Jalur Kultural

SABTU, 13 JANUARI 2024 | 06:45 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dari tahun ke tahun, Nasyiatul Aisyiyah menghadapi tantangan yang sangat kompleks dari berbagai arah. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, dari periode ke periode, tantangan yang dihadapi semakin besar seiring cepatnya perubahan.

Meski selalu berusaha mengatasi permasalahan itu, namun Nasyiah harus berupaya keras untuk terus mencari solusi berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Ariati pada pidato iftitah Pembukaan Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (12/1).

Menurut Ariati, dunia saat ini sedang menghadapi VUCA, yakni akronim dari Volatility (dunia berubah cepat dan tidak stabil), Uncertainty (masa depan yang penuh ketidakpastian), Complexity (dunia modern yang lebih kompleks), Ambiguity (lingkungan yang membingungkan).


Pascapandemi Covid-19, intensitas VUCA semakin meningkat. Sehingga tantangan yang diperlukan pemimpin semakin berat.

Maka, Ariati menegaskan, diperlukan karakter pemimpin yang kuat, termasuk pemimpin perempuan yang memiliki karakter agile leadership. Karakter kepemimpinan agile menekankan pada kolaborasi antarindividu sehingga dapat menghadapi tantangan dengan cepat dan fleksibel.

Senada dengan pernyataan Ariati, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti, dalam amanatnya menyatakan permasalahan keluarga tidak hanya menyangkut masa depan umat, tetapi juga masa depan bangsa.

"Ada gejala yang cukup serius di kalangan masyarakat dunia, termasuk yang ada di Indonesia. Yaitu kecenderungan di mana banyak kalangan muda yang memilih tidak berkeluarga dengan berbagai alasan, yang sebagiannya berkaitan dengan alasan karier atau alasan lain yang bersifat fundamental, terutama yang berkaitan dengan pergeseran paradigma tentang makna keluarga dalam kehidupan masyarakat," papar Abdul Muti.

Tantangan lain yang tidak sederhana, lanjutnya, yakni ketika banyak keluarga yang bermasalah, keluarga yang broken dengan segala konsekuensinya.

Untuk itu, Nasyiatul Aisyiyah menurut Abdul Mu'ti, telah memulai sebuah gerakan sesuai dengan karakter perempuan yang berkomitmen bahwa bangsa ini akan maju, kuat, dan hebat bila keluarga sebagai komponen terkecil sanggup menjadi keluarga yang tangguh.

"Ini adalah peran-peran kebangsaan dalam jalur kultural seperti yang dikembangkan Nasyiatul Aisyah," ujar Abdul Mu'ti.

Sementara itu, Asisten 3 Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Alfian Salam, memberi apresiasi terhadap program-program kerja Nasyiatul Aisyiyah. Termasuk tema tanwir "Keluarga Muda Tangguh, Kuatkan Indonesia" yang menurutnya sangat sesuai kondisi di Indonesia dengan tantangan di bidang sosial, ekonomi, dan politik.

"Menghadapi tantangan seperti ini, diperlukan keluarga tangguh, dan punya pondasi kuat," tegas Alfian.

Aspek keimanan, akhlak, dan pendidikan menjadi pondasi utama dalam membentuk keluarga sebagai unit terkecil masyarakat dalam membangun bangsa. Keluarga yang tangguh akan membangun generasi yang tangguh.

Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah ini diselenggarakan di Pontianak pada 12-14 Januari 2024. Tanwir I dilaksanakan satu tahun setelah periodisasi berjalan. Tanwir merupakan agenda musyawarah di bawah muktamar yang diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.

Tanwir I ini diikuti oleh 250 peserta perwakilan dari seluruh Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah se-Indonesia.

Hadir dalam pembukaan Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti yang memberi amanat dan membuka tanwir secara resmi, Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Faiz Rafdhi, Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PP 'Aisyiyah Rahmawati Husein, Wakil Sekretaris PP Aisyiyah Diyah Puspitarini, Ketua PWM Kalbar Pabali Musa, Ketua PWA Kalbar Yuni Harti, serta perwakilan organisasi otonom di Kalimantan Barat.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya