Berita

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo/Ist

Politik

Ganjar Kritik Keras Rencana Prabowo Impor 1,5 Juta Ekor Sapi

MINGGU, 07 JANUARI 2024 | 10:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana capres nomor urut 2, Prabowo Subianto bakal mengimpor 1,5 juta ekor sapi dari Brasil dan India untuk memenuhi kebutuhan Program Susu Gratis disorot capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

Ganjar menilai, dana impor sapi akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk pengembangbiakkan (breeding) di dalam negeri, sehingga akan tercipta kemandirian pangan nasional.

“Impornya kapan itu? Cita-citanya, kali ya. Lebih baik kita membicarakan kemandirian ekonomi kita, bagaimana kita punya breeding sendiri,” kata Ganjar dalam keterangan resminya, Minggu (7/1).


Dikatakan Ganjar, ketahanan pangan nasional telah menjadi isu yang terus diperbincangkan selama bertahun-tahun. Namun, faktor utama, yang menjadi masalah adalah ketergantungan Indonesia pada impor, terutama komoditas bahan pokok, seperti beras.

Ketergantungan ini, lanjutnya, akan membuat negara rentan terhadap fluktuasi harga komoditas di pasar internasional, perubahan iklim, dan gangguan pasokan global.

“Inilah yang membuat kita sering bergantung soal pangan dengan dunia lain, maka kita musti serius urus politik pangan ini,” ujar mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

Prabowo membuka opsi impor sapi perah untuk memenuhi kebutuhan Program Susu Gratis kepada anak-anak. Prabowo memperkirakan akan mengimpor sekitar 1,5 juta ekor sapi dari Brasil dan India untuk memenuhi kebutuhan susu gratis bagi 82 juta anak di Indonesia.

“Jadi, kita mungkin, harus impor 1 juta atau 1,5 juta ekor sapi sehingga dalam  waktu dua tahun, sapi-sapi impor itu akan melahirkan dan  kita akan punya 3 juta ekor sapi. Kira-kira begitu strategi kita,” kata Prabowo saat berdiskusi dengan jajaran Pimpinan PWI di Gedung Dewan Pers, Jakarta yang  disiarkan melalui Kanal  Youtube, PWI Official.

Saat itu, Prabowo mengatakan, impor sapi dari Brasil membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk tiba di Indonesia dan  dari India selama  20 hari.

Adapun harga sapi asal Brasil, kata Prabowo, sekitar 2.500 Dollar AS per ekor untuk tiba di Indonesia dan  dari India  harga sapi perah minimal Rp2,5 juta per ekor.

“Sekarang, saya katakan, kita punya will nggak? Kita punya kehendak politik atau tidak? Kalau kita punya kehendak politik, ya sudah, untuk satu, dua, tiga, empat tahun. Kita beli sapinya, kita kembangkan di Indonesia,” kata Prabowo.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya