Berita

Ilustrasi/Net

Global

Angkatan Laut India Pantau Keamanan Maritim di Laut Arab Utara dan Tengah

SABTU, 06 JANUARI 2024 | 20:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Merah dan Teluk Aden, Angkatan Laut India terus memantau situasi keamanan maritim di sekitar jalur tersebut.

Kementerian Pertahanan India dalam pernyataan resminya berkomitmen untuk terus memastikan keselamatan pelayaran dagang dan pelaut di jalur Laut Arab Utara dan Tengah serta Teluk Aden.

"Kapal dan pesawat tetap dikerahkan dalam misi untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan operasi keamanan maritim," tulis akun Angkatan Laut India di platform X, yang dikutip Sabtu (6/1).


Dalam seminggu terakhir, Kelompok Tugas Angkatan Laut India telah dikerahkan di wilayah tersebut, guna menyelidiki sejumlah besar kapal penangkap ikan dan kapal-kapal yang dicurigai.

Selain itu, Angkatan Laut India juga berkoordinasi dengan Penjaga Pantai untuk meningkatkan pengawasan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

“Angkatan Laut India memantau dengan cermat situasi keseluruhan melalui koordinasi dengan lembaga maritim nasional dan tetap berkomitmen untuk memastikan keselamatan pelayaran niaga dan pelaut di wilayah tersebut,” katanya.

Pengawasan itu terus ditingkatkan menyusul banyaknya serangan di kawasan tersebut yang menargetkan sejumlah kapal yang diduga berafiliasi dengan Israel.

Serangan itu pun diduga dilakukan kelompok Houthi yang didukung Iran di tengah memanasnya peperangan di Jalur Gaza.

Sejak 19 Oktober lalu, Houthi secara aktif dilaporkan telah menyerang kapal-kapal internasional sebagai bentuk dukungan mereka untuk Palestina, yang saat ini masih menghadapi perang di Gaza.

Baru-baru ini sebuah kapal tanker kimia berbendera Liberia yang dioperasikan Belanda dihantam oleh sebuah drone di lepas pantai Porbandar di Gujarat, Laut Arab sebelum akhir tahun 2023, yang membuat India mengerahkan kapalnya di kawasan tersebut.

Jalur perairan Laut Merah dan Teluk Aden sendiri merupakan jalur yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan, dengan lebih dari 10 persen perdagangan global setiap tahunnya dilakukan melalui rute tersebut. Sehingga, konflik itu dikhawatirkan dapat berdampak pada perekonomian dunia.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya