Berita

Cawapres Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi ulama sepuh, Habib Thohir bin Muhammad bin Yahya, atau sering disebut Ayip Thohir, di Desa Semplo, Palimanan

Politik

Sowan Ayip Thohir Cirebon, TKN: Perlu Restu agar Gibran Dipermudah

SABTU, 06 JANUARI 2024 | 15:33 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Mengawali kunjungan di Kabupaten Cirebon, Cawapres Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka, didampingi Sekretaris TKN, Nusron Wahid, mengunjungi ulama sepuh, Habib Thohir bin Muhammad bin Yahya, atau sering disebut Ayip Thohir, di Desa Semplo, Palimanan, Sabtu (6/1).

Kehadiran putra presiden itu disambut hangat Ayip Thohir, tokoh agama setempat, serta warga. Gibran menunjukkan rasa hormat, dengan menjabat tangan Ayip Tohir, disambut senyuman. Selanjutnya pertemuan dilakukan tertutup, selama satu jam.

"Sebagai orang tua saya berterima kasih dikunjungi Mas Gibran, calon wakil presiden. Saya hanya bisa mendoakan, semoga hajatnya qobul dan diijabahi Allah SWT,” kata Ayip Thohir, menjawab pertanyaan wartawan, usai pertemuan.


“Saya sudah tua, bisanya hanya berdoa,” kelakarnya, seperti dikutip dari rilis yang dikirim TKN Prabowo-Gibran.

Sementara Gibran mengatakan, silaturrahmi kali ini sebagai kunjungan balasan. Saat haul di Solo, Ayip Thohir menyempatkan bertemu Gibran di Masjid Raya Syeikh Zayed Solo.

"Waktu di Solo beliau mendatangi kami. Ya ini kunjungan balasan,” jelas Gibran.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Nusron Wahid, menilai, sebagai santri muda Gibran sangat rajin silaturahmi ke ulama, habib, dan para sepuh.

“Kebiasaan baik itu sudah jadi tradisi yang diajarkan oleh orangtuanya, pak Jokowi,” papar Nusron.

Hal itu dilakukan, agar senantiasa diberi kemudahan. “Kemana pun pergi, Gibran harus silaturahmi ke sesepuh, minta doa dan restu. Supaya jalannya dipermudah,” tuturnya.

Setelah silaturahmi, Gibran melanjutkan kunjungan ke sejumlah tempat di Cirebon. Selain didampingi Nusron Wahid, hadir juga putra dari KH Ma’ruf Amin, Amanuddin Ma’ruf. Para relawan yang tergabung dalam Beta Gibran juga tampak mengiringi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya