Berita

Representative Image/Net

Bisnis

Harga Pangan Global Turun 13,7 Persen di 2023

SABTU, 06 JANUARI 2024 | 12:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) melaporkan penurunan signifikan sebesar 13,7 persen (yoy) terhadap harga pangan global di tahun 2023.

Menurut informasi AFP pada Jumat (5/1), penurunan itu terutama terjadi pada biji-bijian dan minyak, yang dipengaruhi oleh meredanya kekhawatiran terkait pasokan tersebut.

Data FAO mengungkapkan bahwa indeks harga sereal mengalami penurunan sebesar 15,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Fenomena ini berbeda dengan situasi pada 2022, di mana harga melonjak tajam akibat invasi Rusia ke Ukraina.


"(Penurunan indeks) mencerminkan pasokan pasar global yang baik," terang lembaga di bawah PBB itu.

Meskipun kekhawatiran terhadap pasokan gandum dan jagung telah mereda, namun keadaan terpantau berbalik pada harga beras. Dampak dari fenomena cuaca El Nino dan pembatasan ekspor dari India telah menyebabkan harga beras melonjak 21 persen selama tahun lalu.

Sementara penurunan terbesar terjadi pada indeks harga minyak nabati, yang mencatatkan penurunan mencolok sebesar 32,7 persen, yang disebabkan oleh peningkatan pasokan dan penurunan penggunaan biofuel dalam produksi.

Sebaliknya, harga gula mengalami kenaikan sebesar 26,7 persen secara keseluruhan, meskipun mengalami penurunan dari puncaknya pada Desember kemarin berkat upaya peningkatan ekspor dari Brasil dan juga pengurangan penggunaan biofuel.

Meskipun indeks FAO menunjukkan penurunan harga secara keseluruhan, kenyataannya harga pangan konsumen di banyak negara justru mengalami kenaikan.

"Fakta bahwa harga komoditas pangan turun tidak serta merta berarti turunnya harga pangan," ujar ekonom dan pakar industri makanan Bruno Parmentier.

Pakar itu menjelaskan bahwa indeks FAO hanya mencerminkan sebagian kecil dari biaya produk akhir, sedangkan sebagian besar biaya berasal dari tenaga kerja dan produksi seperti energi, air, dan sewa.

Penurunan indeks FAO sendiri kemungkinan memerlukan waktu cukup lama untuk menyaringnya hingga ke rak-rak supermarket.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya