Berita

Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu/RMOLJabar

Nusantara

BMKG Jabar Imbau Masyarakat Waspadai Hoax Gempa Sumedang

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 12:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tak kurang dari 3 kali wilayah Sumedang, Jawa Barat, diguncang gempa pada Minggu (31/12). Gempa yang diduga dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut masih berpotensi kembali terjadi.

Namun, tak ada satupun yang bisa memastikan kapan gempa akan kembali terjadi di Sumedang. Sehingga warga diingatkan untuk mengkonfirmasi ulang informasi yang didapat. Jangan sampai menerima mentah-mentah berita hoax soal gempa Sumedang.

"Hari ini (Minggu, red) di Kabupaten Sumedang sudah diguncang tiga kali gempa, yang pertama tadi sekitar pukul 15.00 WIB dengan kekuatan sekitar (Magnitudo) 4,1 kemudian pukul 15.00 sekian juga kekuatannya 3 sekian, dan yang terakhir tadi kekuatannya ada di 4,8 Magnitudo,” ucap Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Senin (1/1).


Pihaknya belum bisa memastikan, penyebab gempa yang terjadi di Sumedang akibat aktivitas atau pergerakan sesar yang mana.

“Jadi kami belum bisa menyampaikan bahwa ini dari sesar apa, namun yang jelas dari sesar-sesar aktif yang berada di sekitar Sumedang," tuturnya.

Saat disinggung soal potensi gempa susulan, dirinya mengatakan pihaknya tidak dapat memastikan.  BMKG hanya bisa melakukan pemantauan saja.

“Gempa susulan pun tidak bisa kita prediksi, namun kita masih terus memantau mudah-mudahan ini gempanya tidak berlanjut," jelasnya.

Selain itu, Ayyu sapaan akrabnya. meminta masyarakat tidak panik dan meningkatkan ke waspada. Serta ikuti informasi yang dikeluarkan oleh BMKG.

“Kami imbau pada masyarakat untuk tetap tenang waspada dan meningkatkan mitigasi jangan termakan hoax dan selalu ikuti info dari BMKG, “ pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya