Berita

Dua ibu rumah tangga asal Condet, Jakarta Timur mengadukan kasus dugaan investasi bodong bermodus usaha katering ke Polres Jakarta Timur, Jumat (29/12)/Ist

Hukum

Lapor Polisi, Dua IRT Asal Condet Ketipu Investasi Bodong Modus Katering

SABTU, 30 DESEMBER 2023 | 15:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Nasib nahas menimpa dua ibu rumah tangga asal Condet, Jakarta Timur. Niat hati ingin berinvestasi, mereka malah kena jebak investasi bodong bermodus usaha katering.

Kedua korban adalah Liana Sari dan Uyuni Hastuti yang memilih untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Jakarta Timur, Jumat (29/12). Dalam laporan yang teregister LP/B/3795/XII/2023/SPKT dan LP/B/3794/SPKT, mereka mengalami kerugian hingga Rp150 juta.

Kepada para korban, terduga pelaku Raden Siti Latifah (RSL) menjanjikan keuntungan berlipat dari bisnis katering yang dikelolanya. Untuk memperdaya korban, bisnis yang dimulai pada bulan Mei 2023 itu sempat lancar selama beberapa bulan.


"Modus pelaku menawarkan para korban menjual nama lembaga negara seperti BKN, BPKP, hingga Telkom dan diimingi jika memberikan modal akan diberikan keuntungan Rp10.500 per boks dan dibayarkan dua minggu sekali," kata kuasa hukum korban, Rio Saputro kepada wartawan, Sabtu (30/12).

Dua korban awalnya tidak menaruh curiga kepada RSL. Sebab, anak angkat RSL memang bekerja menjadi honorer di Pusbang BKN Ciawi, Jawa Barat. Selain itu, terduga pelaku juga merupakan tetangga korban.

"Pelaku itu tetangga sama korban dan sudah lumayan lama tinggal di Condet, anaknya juga memang kerja di BKN Ciawi," ujar Rio.

Terkuaknya kasus ini diawali dari macetnya pembayaran kepada korban. Setelah dicek oleh para korban ke BKN Ciawi, ternyata bisnis katering tersebut tidak ada.

Kejanggalan lain, RSL selalu memberikan janji tidak masuk akal saat ditagih keuntungan dan modal katering. Selain itu, rumah RSL juga kerap didatangi orang-orang, belakangan baru diketahui mereka juga menjadi korban dengan modus yang sama.

“Kebetulan salah satu korban ini suaminya wartawan, dia pakai jaringannya untuk cek ke sana dan ternyata usaha itu fiktif. Tidak ada katering yang dijanjikan oleh pelaku di sana," tutup Rio.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya