Berita

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi/Net

Bisnis

Klaim Bapanas, Laju Inflasi Terkendali Berkat Bantuan Pangan

SABTU, 23 DESEMBER 2023 | 14:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat diklaim mampu memberikan efek positif kepada laju inflasi. Untuk tahun ini, secara year on year (YoY) inflasi tetap terjaga dengan baik dalam kisaran 2,8 persen.

Demikian antara lain disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi. Arief bahkan mengklaim laju inflasi Indonesia lebih baik dibanding negara tetangga.

"Terbukti inflasi kita sangat baik 2,8 persen. Ini enggak banyak dicapai negara-negara lain di dunia dan pertumbuhan ekonomi kita di atasnya (inflasi)," ujar Arief dalam keterangannya, Sabtu (23/12).


Dia menilai, angka inflasi yang baik itu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Di mana, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 berada dalam kisaran 4,4 hingga 5,3 persen.

"Pak Presiden selalu menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus di atas inflasi," sambungnya.

Mantan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) itu juga menjelaskan, manfaat program bantuan pangan yang dirasakan negara lain di dunia ketika diterapkan.

Namun, dia memberikan contoh kendala di Indonesia yang berdampak pada inflasi, salah satunya kondisi geografis negara kepulauan yang jauh lebih sulit untuk mendistribusikan bantuan pangan.

"Kondisi ini sangat berbeda dengan negara lain. Di Indonesia lebih unik lagi karena negara kepulauan. Lebih dari 17 ribu pulau ini kita sudah lakukan bantuan pangan di lebih dari 1,5 juta titik GPM (Gerakan Pangan Murah)," urai Arief.

"Dan ini memang satu-satunya di dunia, karena negara lain nggak bisa serentak kaya di kita," sambungnya.

Kendati begitu, dia mengusulkan kepada pemerintah untuk terus melakukan inovasi terkait bantuan pangan, agar bisa memberikan efek ganda. Karena menurutnya, Jokowi ingin menyerap hasil panen petani dan peternak lokal untuk dibeli oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pangan.

"Jadi ini bukan uang habis pakai, uang hilang. Dibeli dengan harga yang baik kemudian disimpan menjadi CPP atau cadangan pangan pemerintah," ungkapnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya