Berita

Anies Baswedan naik ojol

Politik

Anies Janji Ojol Dapat BPJS Ketenagakerjaan

KAMIS, 21 DESEMBER 2023 | 14:56 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Banyak pekerja di sektor informal belum mendapatkan perlindungan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenegakerjaan salah satunya pengemudi ojek online atau ojol.

Menyikapi itu, Anies Baswedan berjanji akan membuat regulasi  BPJS Ketenagakerjaan untuk ojol jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Anies saat berdiskusi di depan dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Bangsa, Serang, Banten, Kamis (21/12).


"Ini adalah sektor informal yang harus mendapatkan perlindungan. Jadi kita nanti siapkan regulasi BPJS ketenagakerjaan untuk para pengemudi ojol di seluruh Indonesia," ujar Anies.

Selama ini pengemudi ojol yang rentan terhadap risiko kecelakaan atau terpapar penyakit tidak memiliki perlindungan memadai. Hal ini lantas menciptakan ketidaksetaraan di antara pekerja ojol dan pekerja formal lainnya.

Pentingnya memperluas cakupan perlindungan BPJS untuk pekerja ojol tidak hanya berkaitan dengan keadilan sosial tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Anies menekankan perlunya upaya dari pemerintah bersama perusahaan penyedia layanan ojol dan stakeholder terkait untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan guna melibatkan pekerja ojol dalam jaring perlindungan sosial yang komprehensif.

"Soal perlindungan ojol saya mau cerita di Jakarta itu banyak orang bekerja secara informal seperti contoh ketua RT, ketua RW. Mereka bekerja untuk publik tapi ketika dalam bertugas mengalami kecelakaan siapa yang bantu merringankan biayanya? Enggak ada. Kami di Jakarta memberikan mereka BPJS Kesehatan," kata Anies.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya