Berita

Peserta Program Fellowship Esri Indonesia/Ist

Bisnis

Program Fellowship Esri Indonesia: Teknologi GIS untuk Solusi Perbankan dan Keselamatan Kereta Api di Indonesia

RABU, 20 DESEMBER 2023 | 21:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah revolusi Industri 4.0, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk memperluas jangkauan layanan keuangan dan menggali potensi pembayaran digital di seluruh Indonesia.

GIS adalah teknologi inti dalam penerapan strategi yang didasarkan pada data untuk merespons tantangan berbagai sektor industri, di mana penerapan yang paling signifikan salah satunya adalah untuk sektor perbankan.

Lewat GIS, BRI menciptakan prototipe yang memetakan data dengan lebih cermat untuk mencapai masyarakat yang belum tersentuh oleh layanan perbankan.


Prototipe yang dikembangkan oleh BRI mengandalkan analisis lokasi untuk menjangkau populasi yang masih diliputi ketidakmampuan mengakses layanan perbankan. Berdasarkan data Bank Dunia, hingga Maret 2023 sekitar 48 persen dari total populasi Indonesia belum terakses layanan keuangan (perbankan).

Teknologi GIS membuka peluang bagi sektor perbankan untuk memperluas akses keuangan yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas ekonomi secara berkelanjutan. Fokusnya adalah memperluas akses bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terhadap produk keuangan modern.

Untuk memberikan pengetahuan lebih mendalam tentang GIS, Esri Indonesia Solution Strategist menyelenggarakan Program Fellowship Esri Indonesia. Di sini, para ahli teknologi GIS tidak hanya memperoleh keterampilan teknis baru, tetapi juga mengembangkan solusi prototipe untuk menangani tantangan khusus yang ada di industri masing-masing.

Stream Leader Data Analyst BRI, yang juga merupakan peserta Program Fellowship Esri Indonesia, Widyaning Chandramitasari mengatakan, inklusi keuangan memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan UKM.

"Akses terhadap layanan keuangan memberikan kesempatan kepada bisnis untuk mendapatkan modal dan investasi, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal," katanya.

Dalam pengembangan prototipe, ia menggunakan teknologi pemetaan pintar (GIS) untuk menciptakan pemetaan cerdas di wilayah yang dituju, seperti Kabupaten Sleman di utara Yogyakarta. Analisisnya membagi wilayah ini menjadi tiga kategori ekonomi: tinggi, sedang, dan rendah.

"Informasi mengenai persebaran penduduk dan kegiatan bisnis di wilayah ini sangat vital dalam menggerakkan perekonomian. Data tersebut memberikan wawasan terkait potensi bisnis yang bisa dijadikan sasaran peningkatan kinerja bisnis di daerah tersebut," jelasnya.

Ia berharap proyek ini dapat memberikan rekomendasi yang berguna dalam meningkatkan adopsi branchless banking (Laku Pandai) demi meningkatkan inklusi keuangan.

"Wilayah dengan aktivitas bisnis tinggi menawarkan peluang yang menjanjikan untuk meningkatkan adopsi Laku Pandai, meskipun persaingannya cukup ketat mengingat banyaknya toko dan ruko di sana. Sementara daerah dengan aktivitas bisnis menengah dan rendah memerlukan pendekatan yang hati-hati untuk adopsi smart sales, dengan potensi peningkatan inklusi keuangan secara bertahap," paparnya.

Pengembangan selanjutnya, menurut Widyaning, BRI akan meningkatkan parameter dan metode untuk mengoptimalkan hasil dan memperdalam wawasan potensi adopsi Laku Pandai.

Sementara itu, insinyur dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), Harkat Wijaya dan Hari Andrian, yang juga peserta Program Esri Indonesia Fellowship berhasil mengembangkan inovasi berupa prototipe dashboard, untuk memantau keselamatan perjalanan Kereta Api dengan memanfaatkan teknologi pemetaan pintar.

Solusi ini dirancang untuk menampilkan informasi terkait peralatan kereta api aktif dan infrastruktur perkeretaapian yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Prototipe ini mencakup peta jembatan, jalur kereta api, terowongan, serta perangkat Internet of Things (IoT), sensor banjir, dan sensor tanah longsor/Early Warning System (EWS).

Pengembangan solusi ini bertujuan untuk melindungi aset-aset PT Kereta Api Indonesia. Saat ini, pemetaan aset masih tersimpan dalam bentuk data grid, yang mengakibatkan evaluasi lokasi yang membutuhkan perhatian atau pemeliharaan menjadi lebih lama dan kurang efisien.

Harkat dan Hari merancang dasbor ini dengan beberapa tujuan utama, antara lain memetakan aset infrastruktur dan memantau pengawasan aset, sarana, dan prasarana berbasis GIS. Prototipe ini dapat mendeteksi kondisi di sekitar area yang rentan, termasuk informasi mengenai kondisi aset infrastruktur yang terdampak di daerah rawan.

"Dalam prosedur pemeliharaan aset infrastruktur, informasi survei terkait kondisi aset di wilayah yang rawan sangat penting. Ketika terjadi bencana alam, deteksi terhadap aset infrastruktur yang terdampak memungkinkan pemeliharaan atau perbaikan yang lebih efisien," ungkap Harkat Wijaya.

Program Fellowship Esri Indonesia merupakan sebuah inisiatif pengembangan sumber daya manusia untuk mahasiswa dan profesional. Program ini memandu para pakar industri untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk mengimplementasikan solusi GIS dalam pengambilan keputusan berbasis data, peramalan, pemantauan dan visualisasi.

"Para peserta Program Fellowship tidak hanya berbagi penemuan dan solusi dalam industri mereka industri masing-masing, namun juga menunjukkan potensi GIS yang sesungguhnya," ujar Esri Indonesia Solution Strategist Manager, Khairul Amri, dalam keterangannya pada Rabu (20/12)

"Pemetaan cerdas teknologi mendukung upaya kita sebagai masyarakat untuk mencapai kemajuan dan meningkatkan akses ke layanan, dengan manajemen darurat dan keamanan finansial sebagai dua contoh nyata. Sebagai bagian dari program ini, kami mengembangkan komunitas GIS yang lebih besar dan para akan dapat terus berbagi keterampilan dan kemampuan mereka untuk menemukan solusi baru untuk menghadapi tantangan," lanjutnya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, lebih dari 500 pelamar telah mengambil bagian dalam Program Esri Indonesia Fellowship, di mana solusi inovatif bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dan mendukung tujuan nasional. Hari ini, lima proyek teratas mempresentasikan solusi mereka.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya