Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Catat Kesuksesan Livin', Bank Mandiri Serang Balik Industri Fintech

RABU, 20 DESEMBER 2023 | 15:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah sempat tertinggal dengan industri fintech di dalam negeri, Bank Mandiri terlihat melancarkan serangan baliknya terhadap industri tersebut, dengan kesuksesan aplikasi perbankan digitalnya.

Presiden Direktur Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan meningkatnya pengunduhan aplikasi perbankan digital, terutama Livin', telah meningkatkan kepercayaan diri mereka di tengah persaingan fintech yang ketat.

Peningkatan pesat bank digital di dalam negeri, seperti GoTo di Indonesia dan Sea di Singapura, serta startup-startup fintech sebelumnya telah mengancam posisi bank tradisional seperti Mandiri dalam mengikuti tren digitalisasi di sektor keuangan.


“Dengan banyaknya startup fintech, banyak yang berkomentar bahwa lembaga keuangan besar seperti Mandiri akan menjadi dinosaurus karena kita tidak mampu melakukan inisiatif transformasi digital,” kata Junaidi, seperti dikutip Nikkei Asia, Rabu (20/12).

"Namun, kini bank tersebut mampu menunjukkan bahwa (kami) “menyerang balik" (terhadap) pemain yang mengklaim bahwa mereka akan mengakuisisi bisnis kami dan mengikis pangsa pasar kami,” sambungnya.

Pernyataan Presdir Bank Mandiri itu mengacu pada keberhasilan platform digital besar Livin' yang mengalami peningkatan lima kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Aplikasi mobile banking yang diluncurkan pada 2021 itu diketahui telah memiliki 20 juta pengguna yang telah menawarkan hampir 90 fitur, termasuk layanan perbankan reguler, transfer uang lintas batas, investasi di reksa dana, serta pembelian tiket pesawat dan konser.

“Kami sekarang memiliki hampir 10.000 transaksi per detik secara rutin dan hingga 18.000 pada saat jam sibuk,” ujarnya seraya menambahkan bahwa hal ini tidak menimbulkan masalah karena Livin' dibangun dengan sistem yang mampu menangani 35.000 transaksi per detik.

Saat ini, Bank Mandiri bahkan tengah mengembangkan kapasitasnya hingga mencapai 60.000 transaksi per detik, sebuah angka fantastis yang dikembangkan untuk menjadi salah satu transaksi tertinggi di dunia untuk aplikasi mobile banking.

Berdasarkan catatan perusahaan riset CreditSights, Mandiri telah membukukan pertumbuhan laba bersihnya sebesar 27 persen yoy menjadi Rp39 triliun pada periode Januari hingga September, menunjukkan kinerja yang kuat di antara bank-bank lain di Indonesia.

Harga saham Mandiri juga telah meningkat 21 persen tahun ini, mengungguli bank-bank besar lainnya di Indonesia.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya