Berita

Peneliti studi Uighur, Imam Sopyan dalam acara Konferensi Pers dan Dialog tentang Penderitaan dan Kondisi Terkini Uighur di Hotel Marrakesh Inn, Jakarta pada Selasa, 19 Desember 2023/RMOL

Dunia

Peneliti: Pemusnahan Etnis Uighur Bisa Terjadi karena Kurang Literasi

SELASA, 19 DESEMBER 2023 | 22:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemusnahan sebuah etnis di dunia terjadi karena kurangnya pengetahuan ataupun literatur akademik yang membahas tentangnya.

Begitu yang disampaikan peneliti studi Uighur, Imam Sopyan dalam acara konferensi pers dan dialog tentang penderitaan dan kondisi terkini Uighur di Hotel Marrakesh Inn, Jakarta Pusat pada Selasa (19/12).

Menurut Imam, yang dihadapi Uighur saat ini adalah kelangkaan literatur akademik maupun informasi di media massa.


"Tidak ada satupun buku dalam sejarah peradaban Islam yang menceritakan bab khusus soal Uighur," ungkap Imam yang juga berprofesi sebagai dosen sejarah kebudayaan Islam.

Oleh sebab itu, Imam mendorong agar forum-forum diskusi tentang kasus Uighur terus dilakukan guna menambah pengetahuan.

"Ini cara mengisi kekosongan, perlu terus bergulir. Terus melanjutkan produksi pengetahuan, khususnya di bangku-bangku kuliah, forum-forum santri," kata Imam.

Dalam kesempatan itu, Imam juga menjelaskan mengenai ciri khas etnis Uighur. Mereka dikenal dengan diasporic community, karena etnisnya banyak tersebar di negara-negara besar seperti Inggris, Amerika dan Turki.

"Mereka terus terkoneksi dan rata-rata diaspora Uighur memiliki perekonomian mapan menengah ke atas. Mereka memiliki bisnis restoran, menjadi eksekutif dan beberapa telah menjadi warga negara tetap di sana," ungkapnya.

Dia juga menggarisbawahi perbedaan yang dimiliki antara warga di komunitas Uighur. Dijelaskan Imam, mereka tidak seragam, terutama dalam pandangan politik dan keagamaan, ada yang sekuler, moderat hingga ekstrem.

"Diaspora Uighur memiliki perbedaan, mereka tidak bisa disamaratakan," kata dia.

Menurut Imam, apa yang menyatukan para diaspora dengan etnis Uighur di Xinjiang adalah isu ketertindasan, dan pelanggaran HAM yang terjadi di Turkistan Timur.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya