Berita

Idris Sandiya bersama keluarga dua remaja yang ijazahnya ditahan sekolah/Ist

Politik

Bantu Tebus Ijazah Siswa SMA, Idris Sandiya: Seharusnya Negara Hadir di Situ

SENIN, 18 DESEMBER 2023 | 17:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Raut wajah sumringah, tidak bisa disembunyikan Radja Effendy dan Raoul Alfath, dua pelajar SMA yang tinggal di Pancoranmas, Kota Depok, Jawa Barat.

Mereka gembira, setelah Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Barat Idris Sandiya membantu menebus ijazah yang ditahan pihak sekolah. Ijazah ditahan, karena mereka punya tunggakan biaya sekolah.

Radja Effendy, ijazahnya tertahan sejak tahun 2018. Sementara Raoul Alfath sudah hampir tiga tahun belum menerima ijazah.


"Sebagai siswa, saya pasti sedih. Saat yang harusnya senang lulus sekolah, ternyata belum bisa terima ijazah karena masih nunggak bayar," kata Effendy menceritakan bagaimana ijazahnya ditahan sekolah, Senin (18/12).

Pengakuan sama juga diungkapkan Raoul yang baru dua minggu kerja di percetakan. Dia mengaku, tidak bisa memaksa orang tuanya untuk melunasi tunggakan karena kondisi keuangan keluarga.

"Buat saya, lulus sekolah saja sudah bagus. Bagaimana mungkin saya paksa orang tua yang kerjanya hanya penjaga pintu rumah untuk bayar tunggakan sekolah," tuturnya.

Sementara itu, Idris Sandiya, mengungkapkan, apa yang dilakukannya lebih sebagai panggilan jiwa untuk tidak berhenti peduli kepada sesama.

Terkait dengan posisinya sebagai calon anggota DPR RI, Idris mengaku tidak menampik bahwa dirinya butuh dukungan suara. Namun, yang jauh lebih penting, adalah meluruskan niat maju sebagai caleg itu bukan untuk mengeruk kekayaan seperti dengan korupsi.

Menurut Idris, kasus Effendy dan Raoul, seharusnya menjadi cerminan bahwa masih banyak orang yang harus dibantu.

"Jika uang negara tidak dikorupsi, mungkin tak perlu lagi ada siswa yang nunggak bayaran sekolah sehingga ijazahnya ditahan. Negara harusnya hadir di situ," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya