Berita

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan (kanan) di Dubai, UEA/Ist

Bisnis

Nelayan Terdampak Krisis Iklim, KNTI Desak Tindakan Kolektif Internasional

SENIN, 18 DESEMBER 2023 | 00:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan, turut serta dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2023 (COP 28) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang berlangsung dari 30 November hingga 12 Desember 2023.

Sebagai perwakilan nelayan tradisional Indonesia, KNTI mengekspresikan keprihatinan mendalam terhadap dampak krisis iklim pada mata pencaharian nelayan kecil dan tradisional di seluruh negeri.

Menurut Dani Setiawan, menjadi nelayan tradisional bukan semata profesi, melainkan komitmen yang mendalam. Hal ini tercermin dari nilai-nilai, tradisi, dan penghargaan nelayan terhadap lautan sebagai sumber kehidupan.


“Identitas nelayan sebagai penjaga laut diwarisi dari nenek moyang, menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan yang dijunjung tinggi dari satu generasi ke generasi lainnya. Bagi kami, nelayan tradisional, lautan bukan sekadar lingkungan kerja, melainkan rumah yang dianugerahkan Tuhan yang harus dilindungi dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab,” ujar Dani dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/12).

Namun, saat ini nelayan tradisional Indonesia menghadapi potensi dampak besar dari krisis iklim. Data menunjukkan bahwa intensifikasi anomali iklim telah mengakibatkan penurunan hasil tangkapan nelayan. Proyeksi hingga tahun 2030 juga memperkirakan hampir 1 juta nelayan berisiko kehilangan mata pencaharian mereka karena kondisi iklim yang makin ekstrem.

"Dampak buruk dari perubahan iklim seperti perubahan suhu, pola cuaca ekstrem, dan kenaikan permukaan air laut. Semua ini dapat mempengaruhi populasi ikan, migrasi, dan ketersediaan sumber daya ikan bagi nelayan. Hal itu sangat mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Ancaman itu menjadi potensi alasan utama kenapa nelayan terpaksa meninggalkan pekerjaan mereka karena dampak krisis iklim yang terus berlangsung," ungkap Dani.

Dalam situasi ini, pihaknya sebagai nelayan tradisional merasa penting untuk diakui. Nelayan kecil dan tradisional berkontribusi lebih dari separuh konsumsi ikan di perairan dan laut.

“Jutaan orang secara langsung maupun tidak langsung bergantung pada pekerjaan nelayan. Karena itu, pembicaraan tentang keberlanjutan pangan dan pengentasan kemiskinan haruslah mencakup hak-hak nelayan tradisional di seluruh dunia," bebernya.

"Kami tetap teguh. Perubahan bisa tercapai, tetapi hanya melalui tindakan kolektif. Kami berkomitmen untuk bekerja sama menjaga laut kami, memastikan sumber daya laut selalu tersedia bagi semua," tegas Dani.

KNTI bertekad untuk terus berjuang dalam misi mereka untuk melindungi warisan pesisir Indonesia, mengadvokasi kebijakan yang memberdayakan nelayan tradisional, dan mendorong pengelolaan laut yang berkelanjutan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya