Berita

Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, saat kirab budaya Nitilaku, di Universitas Gadjah Mada, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (17/12)/Ist

Politik

Kirab Budaya Nitilaku, Ganjar Kenakan Pakaian Adat Dayak

MINGGU, 17 DESEMBER 2023 | 15:07 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Busana adat Dayak dipilih Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, saat mengikuti kirab budaya Nitilaku, di Universitas Gadjah Mada (UGM), di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (17/12).

Nitilaku merupakan peringatan menyambut Dies Natalis ke-74 perguruan tinggi berjuluk Kampus Biru itu. Kali ini mengambil tema "Kenduri Kebangsaan Merajut Tenun Keindonesiaan".

Ganjar menuturkan alasan mengenakan pakaian adat Dayak, antara lain menunjukkan keberagaman kebudayaan Nusantara. Dia juga mengaku baru mengunjungi Pulau Kalimantan, beberapa waktu lalu.


"Ini baju Dayak. Karena saya punya banyak sekali (baju adat). Kan harus dipakai satu, Kemarin pas dari Kalimantan juga," tuturnya.

Banyaknya pakaian adat yang digunakan peserta saat Nitilaku, kata dia, menggambarkan betapa kayanya budaya Indonesia.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menyampaikan pentingnya acara Nitilaku UGM, mengingatkan masyarakat akan nilai sejarah dan ajaran para guru dan leluhur.

"Yang unik, di sini itu kampus, bersatu dengan kampung, dan itu dimulai dari keraton. Jadi kita tidak pernah melupakan sejarah kita, biar kita menjadi orang yang selalu belajar bijaksana," demikian Ganjar.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya