Berita

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka/Ist

Politik

TKN: Gibran Kena Serangan Spin Doctor Program Makan Siang Gratis

SABTU, 16 DESEMBER 2023 | 12:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ada framing yang sengaja dibangun pihak tidak bertanggung jawab untuk menyerang calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka terkait Program Makan Siang dan Susu Gratis.

Salah satunya soal potongan video pernyataan Gibran yang menyebutkan program tersebut sudah dirasakan 400 juta anak. Potongan video tersebut makin ramai karena dinarasikan seolah-olah jumlah anak tersebut ada di Indonesia dan tidak sesuai dengan jumlah asli penduduk.

Menurut Jurubicara TKN Prabowo-Gibran, Arumi Bachsin, video yang beredar sengaja dipotong pihak tidak bertanggung jawab untuk menghilangkan substansi yang disampaikan Gibran saat berpidato dalam acara konsolidasi di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu lalu (10/12).


"Data 400 juta anak tersebut diperoleh dari United Nations World Food Program. Bagian penjelasan mengenai 400 juta anak di sekitar 70 negara dipotong," ujar Arumi dalam keterangannya, Sabtu (16/12).

Arumi mengatakan, akibat video yang dipotong tersebut membuat pernyataan Gibran menjadi tidak sesuai konteksnya, sehingga terkesan memberikan data yang salah mengenai jumlah anak di Indonesia.

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu berharap, ajang Pilpres 2024 bisa dijadikan sarana edukasi politik bagi masyarakat, bukan justru menyebarkan berita bohong dan kampanye hitam.

"Ada yang bilang ini istilahnya spin doctor. Pernyataan seseorang dipenggal lalu ditambahkan narasi melalui caption seakan-akan pernyataan itu salah. Padahal jika dikutip lengkap tanpa dipotong-potong, faktanya sangat berbeda," tutur Arumi.

Berdasarkan studi World Food Program dari PBB, program makan siang di sekolah sudah dilakukan di sekitar 70 negara dan telah membantu 418 juta anak, di antaranya menjangkau 120 juta anak di India, serta untuk negara ASEAN yang menerapkan program serupa ada di Malaysia, Filipina, Kamboja dan Thailand.

"Monggo bisa dicek di website wfp.org, ada namanya program school meals, dan koalisi makan di sekolah atau school meals coalition yang telah diikuti 76 negara sebagaimana dicantumkan di laporan State of School Feeding 2022 Report," demikian Arumi menutup.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya