Berita

Tangkapan layar video tentara Israel melantunkan doa Yahudi di sebuah masjid di kamp pengungsian Jenin, Tepi Barat/Net

Global

Presiden Palestina Kecam Aksi Tentara Israel Baca Doa Yahudi di Masjid

JUMAT, 15 DESEMBER 2023 | 12:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tindakan oknum tentara Israel yang melantunkan doa umat Yahudi di sebuah masjid di kamp pengungsian Jenin, Tepi Barat mendapat kecaman keras dari pemerintah Otoritas Palestina.

Jurubicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan pada Kamis (13/12) mengutuk tindakan tersebut sebagai penistaan yang sangat memalukan.

"Penodaan yang dilakukan pasukan pendudukan Israel terhadap sebuah masjid di kamp Jenin adalah tindakan yang memalukan dan terkutuk,” tegasnya, seperti dimuat AFP.


Rudeineh juga memperingatkan jika aksi penistaan agama oleh tentara Israel terus berlanjut, maka perluasan eskalasi ke dalam perang agama di kawasan mungkin tidak bisa dihindari.

"Api perang agama yang ingin dikobarkan Israel tidak hanya terbatas pada wilayah Palestina saja, namun akan meluas ke seluruh dunia jika Israel tetap diam terhadap kejahatan dan pelanggaran hak-hak rakyat Palestina yang dilakukan Israel," kata Rudeineh.

Dia juga menyerukan komunitas internasional termasuk Amerika Serikat agar berusaha keras menekan Israel sehingga berhenti melakukan banyak pelanggaran terhadap rakyat Palestina.

Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan tentara Israel ada di dalam sebuah masjid di kamp pengungsi Jenin menggunakan pengeras suara untuk membacakan Shema Yisrael, sebuah doa utama dalam Yudaisme.

Detik-detik sebelum akhir video, tawa terdengar saat pasukan berjalan keluar masjid dan lagu Hanukkah terdengar dari pengeras suara.

Tidak jelas kapan rekaman itu dibuat, tetapi pasukan Israel terlibat dalam serangan mematikan di Jenin pekan ini dan dilaporkan telah menewaskan 11 warga Palestina yang ada di sana.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim pihaknya telah memecat para tentara yang terlibat dalam video tersebut.

“Langkah-langkah akan diambil sebagaimana mestinya terhadap mereka yang tidak bertindak sesuai dengan nilai-nilai IDF (tentara)," kata Juru bicara Angkatan Darat Daniel Hagari.

Sejak perang meletus 7 Oktober lalu, Israel telah melakukan serangan membabi buta di Jalur Gaza, termasuk menargetkan objek sipil seperti rumah sakit dan tempat ibadah.

Kementerian Purbakala Hamas di Gaza menyebut lebih dari 100 masjid telah dihancurkan oleh serangan udara Israel.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya