Berita

Pelaku pembunuhan barencana seorang janda bernama Hasiyah (60), warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember/RMOLJatim

Presisi

Tak Direstui Menikah, Calon Mertua di Jember Dibunuh

KAMIS, 14 DESEMBER 2023 | 06:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tim Kalong Satreskrim Polres Jember menembak dua dari tiga tersangka kasus dugaan pembunuhan barencana seorang janda bernama Hasiyah (60), warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Mayat korban ditemukan di pinggir DAM Kanal sungai Desa Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember pada Senin (13/11).

Dua tersangka yang didor adalah SA (50) warga Dusun Jombang, Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang dan AW (53), warga Jalan Balongrawe Baru, Desa Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Kedua tersangka terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan.

Sedangkan tersangka lainnya berinisial SN (35) yang tak lain putri kandung korban, warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.


Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi korban bernama Hasiyah.   Sesuai KTP, korban tercatat sebagai warga Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Namun dia diketahui bersama putri Kandungnya di Desa Kencong.

"Sejak dari awal dilaporkan ada pelaku yang dicurigai, namun masih perlu satu atau dua alat bukti untuk menetapkan tersangkanya. Ada beberapa barang bukti yang hilang seperti sepeda motor korban, pakaian, handphone serta uang tunai Rp1,2 juta," kata Kapolres Jember, AKBP Mohammad Nurhidayat, dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (14/12).

Menurut Kapolres, barang bukti seperti senjata tajam dan baju korban, dibuang ke sungai dan masih dalam proses pencarian. Sedangkan handphone korban ditemukan di salah satu tersangka. Sementara uang Rp1,2 juta sudah habis digunakan.

Selain itu, sepeda motor korban masih dalam proses pencarian karena sudah dijual atau digadaikan di luar Kabupaten Jember.

Tim Kalong Satreskrim Polres Jember diketahui melakukan pengejaran pelaku hingga ke Kalimantan Timur. Dari pengembangan penyidikan polisi berhasil menangkap pelaku SA dan SN.

"Motifnya adalah persoalan sakit hati. Karena korban tidak merestui putrinya SN menikah dengan tersangka SA," kata Kapolres.

Karena itu tersangka SA merencanakan pembunuhan korban. Sebelum malakukan perbuatan tersebut, SA mengutarakan niatnya kepada SN, anak kandung korban. Selanjutnya  SA meminta bantuan AW untuk menjemput korban serta menentukan TKP.

"Sampai TKP, SA sebagai eksekutor dibantu dua pelaku lainnya SN dan AW, dengan cara memegangi korban karena melawan," kata Kapolres.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP, 339 KUHP dan 340 KUH  tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau hukuman seumur hidup.




Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya