Berita

Acara Rembuk Iklim Pesisir di Café Ngelajar Dusun Mulyosari Desa Banyuurip, Ujungpangkah, Gresik/Ist

Nusantara

Gandeng Aktivis dan Akademisi, Nelayan Gresik Gelar Rembuk Iklim Pesisir

JUMAT, 08 DESEMBER 2023 | 21:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Perubahan iklim akibat pemanasan global yang menyebabkan terjadinya anomali cuaca dan berbagai bencana alam seperti banjir rob, badai, gelombang tinggi serta berbagai dampak lainnya, direspon secara serius oleh nelayan di Kabupaten Gresik.

Nelayan yang tergabung dalam Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) bersama dengan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) dan Kesatuan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) Kabupaten Gresik menggelar Rembuk Iklim Pesisir, di Café Ngelajar Dusun Mulyosari Desa Banyuurip, Ujungpangkah, Gresik beberapa waktu lalu.

Rembuk Iklim Pesisir tersebut  selain diikuti oleh puluhan nelayan, perempuan nelayan dan pemuda, juga diikuti oleh akademisi dan para aktivis lingkungan. Nampak hadir juga Camat Ujungpangkah, BPBD Kabupaten Gresik, Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik dan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Jawa Timur.


Rembuk iklim digagas oleh DPP KNTI sebagai bentuk kepedulian terhadap perubahan iklim yang terjadi dan berpengaruh terhadap kehidupan nelayan tradisional dan Perempuan pesisir.

Kegiatan berlangsung selama 6 jam yang dibagi di 2 sesi dan diisi dengan diskusi bersama.

“Perubahan iklim menjadi tantangan kita Bersama. Yang dapat kita lakukan adalah mencari cara agar dapat mengurangi dampaknya. Di antaranya mengurangi konsumsi energi serta melakukan penghijauan, melakukan perlindungan ekosistem untuk penyimpanan karbon dan layanan ekosistem” jelas Dr. Farikhah sebagai perwakilan dari akademisi dalam keterangannya, Jumat (8/12).

Pembicara dari Walhi Jatim, Wahyu Eka Setiawan menjelaskan bahwa perubahan iklim yang berdampak di pesisir yakni garis pantai semakin mundur, penghasilan nelayan tradisional semakin menurun, cuaca yang tidak menentu, dan ancaman rob serta tenggelamnya kawasan pesisir.

“Di wilayah Surabaya dampak perubahan iklim menyebabkan abrasi pantai, meningkatnya rob, anomali cuaca, penurunan tangkapan hingga 2 Kwintal, biaya melaut semakin tinggi dan Terumbu Karang yang mati. Menurutnya, perubahan iklim diakibatkan oleh manusia, aktivitas ekonomi dan tidak adanya kepekaan terhadap lingkungan,” ungkap Wahyu
 
“Perubahan iklim juga dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya; suhu udara yang meningkat, musim yang susah diprediksi, kacaunya musim tanam petani, bencana banjir dan kekeringan, menurunnya kualitas dan kuantitas pangan, terancamnya oksigen dan air,” paparnya.

Sementara, Ketua DPD KNTI Gresik, Mashudin menyatakan, bahwa pihaknya bersama dengan nelayan telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi dampak buruk perubahan iklim, di antaranya dengan menanam mangrove dan aksi kepedulian lingkungan lainnya.

“Kami juga saat ini tengah melakukan inisiasi dengan mencoba menggunakan energi terbarukan untuk mengoperasikan perahu nelayan, hal ini untuk sebagai bukti konkrit bahwa kita turut serta untuk mengurangi pemanasan global,” ujarnya.

Hal berbeda ditegaskan oleh Ketua DPD KPPI Gresik, Anggun Cipta Indah, menurutnya dampak paling nyata dari perubahan iklim adalah terjadinya penurunan pendapatan nelayan, sehingga ibu-ibu nelayan harus berpikir ekstra keras bagaimana caranya turut serta membantu perekonomian keluarga.

“Kami dari KPPI Gresik telah banyak melatih ibu-ibu nelayan dalam pengolahan ikan, sehingga diharapkan mereka lebih produktif dan mampu mengatasi persoalan ekonomi di keluarganya,” kata Ketua KPPI yang dikenal sangat aktif melakukan pendampingan terhadap perempuan nelayan ini.

Di akhir acara, Ketua KPPMI, Muhammad Hafizul menegaskan, para pemuda, pelajar dan mahasiswa pesisir juga mulai meningkat kepeduliannya terhadap lingkungan yang ditandai dengan respon mereka yang sangat baik ketika diajak untuk bersama-sama menggelar aksi kepedulian lingkungan.

Diketahui, rembuk iklim pesisir bukan hanya digelar di Kabupaten Gresik, namun juga digelar di 35 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hasil dari rembuk tersebut akan dirangkum secara nasional kemudian berbagai rekomendasi yang dihasilkan akan disampaikan kepada pemerintah pusat pada saat peringatan Hari Nusantara 13 Desember mendatang. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya