Berita

Akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Usni Hasanuddin/Ist

Politik

Hamas Dianggap Teroris, Pengamat UMJ: Aneh, Ada Komunitas Muslim Dukung Israel

JUMAT, 08 DESEMBER 2023 | 18:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Munculnya pemikiran di Indonesia yang menentang Hamas di Palestina turut membuat gaduh di publik. Pemikiran yang kontra terhadap gerakan Hamas ialah menuding kelompok ini sebagai teroris.

Sehingga, aksi bela Palestina di Indonesia seakan dicap sebagai dukungan terhadap gerakan teroris.

Salah satu tokoh Islam yang menentang gerakan Hamas di Palestina adalah Abdulhakim Idris. Dia merupakan penggagas gerakan Center for Uyghur Studies (CUS). Lewat beberapa artikelnya, Abdulhakim memojokkan Hamas di Palestina.


Soal pandangan itu, Akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Usni Hasanuddin pun mengecam. Dia menyesalkan, ada orang yang menyematkan kata teroris pada gerakan Hamas.

"Kita sangat menyayangkan perilaku dan sikap organisasi yang menyebutkan Hamas sebagai teroris," ujar Usni kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/12).

Menurut Usni, Hamas yang berbasis di Gaza, Palestina bukan merupakan organisasi teroris. Hamas adalah gerakan rakyat Palestina yang menginginkan kemerdekaan negaranya.

"Rakyat yang ingin kemerdekaan kok dituduh teroris. Justru, yang termasuk teroris adalah Israel, karena telah merampas tanah rakyat Palestina," ketusnya.

Dia pun mengkritik pendiri CUS, Abdulhakim Idris yang begitu massif membela Israel di tengah dukungan masyarakat Indonesia dan dunia yang begitu kuat kepada Palestina.

Kata Usni, gerakan CUS ini juga seolah-olah tidak menghargai Pemerintah Indonesia yang sedang berjuang membela kemerdekaan Palestina.

"Sangat aneh jika ada komunitas muslim, tetapi mendukung Israel dan menuduh Hamas teroris," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya