Berita

Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan, saat dialog dengan wartawan di Gedung PWI, Jalan Kebon Sirih, jakarta Pusat/Ist

Politik

Anies: Anti Nepotisme Harus Dicontohkan, Bukan Diceramahkan

JUMAT, 01 DESEMBER 2023 | 18:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan, mengungkap, perbincangan publik akhir-akhir ini berisi keresahan atas potensi ketidakjujuran dan kecurangan pada penyelenggaraan Pilpres dan Pileg tahun depan.

Padahal, kata Capres yang diusung Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa itu, pilar penting dalam demokrasi adalah trust atau kepercayaan.

"Percakapan dominan saat ini tentang netralitas negara dan lembaga negara. Itu artinya ada masalah. Ada trust yang semakin menurun," tegas Anies, dalam dialog  bersama wartawan, di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (1/12).


Terlebih beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan Mahkamah Konstitusi (MK), yang sejatinya garda terakhir pengawal demokrasi, justru mendapat sorotan tajam, menyusul keluarnya putusan MKMK yang menilai mantan Ketua MK, Anwar Usman, melanggar etik.

"Kemarin kita juga diramaikan lagi dengan data KPU yang bocor. Itu semua membuat menurunnya trust kepada institusi pemerintahan," tegas Anies.

Menyikapi itu, dia bertekad mengembalikan kepercayaan publik pada lembaga-lembaga pemerintah, memulihkan kualitas demokrasi, menegakkan hukum dan HAM secara adil, dan memberantas segala bentuk praktik KKN.

Dia juga menandaskan, bersama pasangannya, Muhaimin Iskandar, menyatakan, komitmen negara dalam menghadang tumbuhnya kembali praktik nepotisme harus jadi fokus serius setiap penyelenggara negara.

"Anti nepotisme harus dicontohkan, bukan diceramahkan. Harus kita contohkan bersama-sama. Termasuk KPK, lembaga ini juga harus kita jaga," katanya.

"Jangan sampai KPK dijadikan alat politik beberapa pihak, apalagi digunakan untuk kepentingan pribadi oknum yang ada di dalamnya. Kami ingin memastikan KPK bersih dari intervensi," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya