Berita

Gedung Mahkamah Konstitusi (MK)/Net

Politik

BEM Unusia Tolak Politik Dinasti

KAMIS, 16 NOVEMBER 2023 | 18:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Desain sistem politik dinasti terus mendapat penolakan dari mahasiswa. Kali ini, penolakan datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (BEM Unusia).

Ketua BEM Unusia, Aldi Hidayat berujar, kencangnya isu politik dinasti telah mengganggu jalannya demokrasi Indonesia menjelang Pemilu 2024.

"Kami melihat politik dinasti tidak betul-betul berada di dalam ruang lingkup negara yang menganut paham demokrasi," kata Aldi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/11).


Aldi lantas kembali mengungkit putusan MK yang meloloskan capres-cawapres berusia 40 tahun atau pernah/sedang berada di jabatan hasil Pemilu. Putusan MK tersebut dinilai tidak lepas dari kepentingan politik Pilpres 2024.

“Makanya diduga adanya penyalahgunaan kekuasaan MK untuk memutuskan perkara umur ini,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengajak seluruh elemen BEM di seluruh Indonesia untuk ikut mengawal putusan Mahkamah Konstitusi.

Apalagi, saat ini salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Unusia, Brahma Aryana melayangkan gugatan atas putusan Ketua MK, Anwar Usman terkait Nomor: 90/PUU-XXI/2023. Dalam gugatan pada 9 November 2023 lalu, Brahma turut memasukkan putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) soal pelanggaran kode etik Anwar Usman.

“(Dukungan kepada Brahma) Sebagai bentuk perlawanan atas putusan yang kita lihat sebagai awal politik dinasti,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya