Berita

Capres-cawapres Koalisi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD saat diberikan nomor urut hasil undian oleh Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam (14/11)/Ist

Politik

Pidato Ganjar Soal “Drakor Pemilu” Singgung KKN Rezim Jokowi

RABU, 15 NOVEMBER 2023 | 17:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pidato calon presiden nomor urut 3 yang diusung Koalisi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo di momen pengambilan nomor urut, menjadi perbincangan publik karena menyinggung soal "drakor di Pemilu 2024".

Pengamat politik Citra Institute, Efriza mengamati, pesan-pesan yang termuat dalam pidato Ganjar tersirat menyinggung soal kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

"Dari Pidatonya Ganjar ingin menjelaskan situasi menjelang Pemilu, yang disuguhi tontonan 'Drakor yang menggelisahkan publik. Demokrasi kita belum baik-baik saja, tetapi demokrasi kita bisa baik'. Dari sana Ganjar menyinggung tentang KKN yang terjadi di dalam demokrasi dan di era Reformasi," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/11).


Dia memandang, Ganjar melalui pidatonya itu ingin menunjukkan diri sebagai penjaga Reformasi untuk dituntaskan dengan bebas dari KKN.

"Ia ingin menjadi orang yang dapat dipercaya sebagai pemimpin yang akan membawa demokrasi sesuai dengan yang diinginkan dari hadirnya Reformasi," tuturnya.

Oleh sebab itu, Efriza menyimpulkan pidato Ganjar adalah bentuk perlawanan terhadap Presiden Joko Widodo dan keluarganya, yang saat ini mendukung kubu Capres Prabowo Subianto yang dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.

"Ganjar ingin demokrasi dibangun dengan semangat integritas dan kejujuran, sebab dalam kontestasi demokrasi yang semestinya hadir adalah masa depan Indonesia yang harus kita jaga," pungkas Efriza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya