Berita

Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Kompas CEO Forum di IKN Nusantara, Kamis (2/11)/Repro

Politik

Jokowi: Beda Pilihan Biasa, yang Penting Usai Pemilu Semua Kembali Bersatu

KAMIS, 02 NOVEMBER 2023 | 16:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perbedaan pilihan dalam pemilu adalah hal yang wajar. Hak terpenting adalah rakyat dapat kembali kompak dan bersatu usai kontestasi, demi bangsa dan negara.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan pada acara Kompas 100 CEO Forum di Kawasan Ibukota Nusantara di Kalimantan Timur, dikutip melalui tayangan video, Kamis (2/11).

“Yang paling penting kita berharap semua setelah bertanding kompak lagi, bersatu lagi, untuk negara dan bangsa yang kita cintai,” kata Jokowi.


Pada awal sambutannya, Jokowi coba menepis kekhawatiran dunia usaha atas pembangunan IKN yang akan terpengaruh oleh pemilu dan adanya kepemimpinan baru.

“Jadi kalau masih ada khawatir-khawatir apa gitu lho. ‘Pak nanti (IKN) enggak dilanjutkan’. Lah ini undang-undangnya sudah ada. Undang-undangnya didukung 93 persen fraksi partai-partai di DPR. Apa lagi? Takut apa lagi? Takut pemilu?” tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, wajar jika dalam pelaksanaan pemilu, suhu politik terasa lebih panas. Apalagi, Indonesia sudah menjalani pemilu langsung sejak 2009 hingga 2019.

“Pemilu anget-anget dikit, agak panas kan enggak apa-apa. Yang penting bapak-ibu jangan beli kipas, ngipasin. Atau ibu-ibu beli kompor, manasin. Kita ini saya lihat sudah semakin dewasa dalam berdemokrasi. Perbedaan itu biasa. Beda pilihan biasa gitu loh,” jelasnya.

Mantan Walikota Solo ini pun menegaskan, pilihan dan kedaulatan ada di tangan rakyat. Sehingga seperti apapun para kontestan yang ada, semuanya akan berakhir di tangan rakyat yang memiliki hak suara.

“Yang milih semuanya kan rakyat, kedaulatan ada di tangan rakyat, bapak seganteng apapun kalau rakyat enggak senang gimana? Senangnya yang ndeso-ndeso kayak saya ini. Pilihan rakyat dan persaingan dalam kompetisi dalam pemilu biasa-biasa saja," demikian Jokowi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya