Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kimia Farma Sukses Tekan Kerugian dan Dongkrak Pendapatan Hingga RP 7,72 Triliun

RABU, 01 NOVEMBER 2023 | 14:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pendapatan BUMN Holding Farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) pada kuartal III 2023, tercatat meningkat 8,15 persen.

KAEF membukukan pendapatan konsolidasi senilai Rp 7,72 triliun atau meningkat 8,15 persen year on year (yoy) dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 7,13 triliun.

Corporate Secretary KAEF Ganti Winarno Putro dalam sesi diskusi di Jakarta, Selasa, mengungkapkan pendapatan KAEF ditopang penjualan produk etikal yang meningkat 12,25 persen (yoy) menjadi senilai Rp 2,89 triliun pada kuartal III 2023.


Selain itu, produk generik juga ikut mendongkrak pendapatan perseroan, yang tercatat senilai Rp 1,82 triliun pada kuartal III 2023 atau tumbuh 27,17 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp 1,43 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan upaya perseroan untuk memenuhi dan menjaga ketersediaan produk generik bagi masyarakat di Apotek Kimia Farma maupun apotek, rumah sakit, dan toko obat pihak ketiga.

Data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa penjualan produk over the counter (OTC) juga tumbuh 2,56 persen (yoy) menjadi Rp 1,66 triliun pada kuartal III 2023, dibandingkan tahun sebelumnya yaitu senilai Rp 1,62 triliun.

Ganti menekankan bahwa KAEF sejauh ini terus melakukan upaya dalam melakukan penguatan portofolio produk, antara lain penguatan produk-produk vitamin, mineral, dan suplemen (VMS), di mana kebutuhan produk VMS diperkirakan akan meningkat di tahun selanjutnya.

Perseroan juga mencatat laba usaha konsolidasi perseroan yaitu meningkat 76,37 persen (yoy) menjadi senilai Rp 240,58 miliar dari sebelumnya Rp 136,4 miliar.

Pencapaian itu diperkuat dengan suksesnya KAEF dalam menurunkan rugi bersih yang lebih baik di kuartal III 2023 ini, yaitu Rp 130,27 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 184,14 miliar atau menurun 29,25 persen walaupun di sisi lain terdapat peningkatan tingkat suku bunga.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya