Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

AS Kebobolan, 632 Ribu Data Pribadi PNS Kena Hack

SELASA, 31 OKTOBER 2023 | 17:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kelompok hacker Rusia bernama Clop dilaporkan telah berhasil mengakses 632 ribu data PNS di Departemen Pertahanan dan Kehakiman Amerika Serikat.

Hal itu diungkap oleh Kantor Manajemen Personalia (OPM) AS dalam sebuah laporan, seperti dimuat Bloomberg pada Selasa (31/10).

Dikatakan OPM, hacker Clop telah memanfaatkan kelemahan MOVEit, alat transfer file yang populer sebagai celah peretasan.


"Ada aktor yang tidak berwenang memperoleh akses ke alamat email pemerintah, tautan ke survei pegawai pemerintah yang dikelola oleh OPM dan kode pelacakan internal OPM," jelas laporan tersebut.

OPM memperkirakan peretasan terjadi pada 28 hingga 29 Mei lalu.

Karyawan yang menjadi korban berasal dari Departemen Kehakiman dan berbagai bagian Departemen Pertahanan seperti Angkatan Udara, Angkatan Darat, Korps Insinyur Angkatan Darat AS, Kantor Menteri Pertahanan, Staf Gabungan, serta Badan Pertahanan serta Kegiatan Lapangan.

Selain itu, kasus serupa tentang peretasan melalui MOVEit juga dilaporkan oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Departemen Pertanian, dan Administrasi Layanan Umum.

Bahkan Departemen Energi AS menerima permintaan tebusan dari para peretas setelah dua unitnya menjadi korban intrusi tersebut.

Jurubicara Progress Software Corp, perusahaan induk MOVEit, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak serangan siber.

Selain itu, MOVEit mengatakan pihaknya berempati dengan pengguna yang terkena dampak dan berkomitmen untuk memainkan peran kolaboratif dalam upaya industri untuk memerangi penjahat dunia maya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya