Berita

Wartawan senior sekaligus Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa saat berbicara di Komite 4 Majelis Umum PBB di New York, AS/Ist

Politik

Ketum JMSI: Karya Pers Profesional Ikut Berperan Lahirkan Pemimpin Berkualitas

SABTU, 28 OKTOBER 2023 | 14:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Peranan penting media massa berbasis digital dalam proses demokrasi, khususnya menjelang Pemilu 2024 perlu ditopang dengan produk yang sesuai kaidah jurnalistik.

Karya pers yang profesional sangat dibutuhkan masyarakat sehingga kontestasi politik menghasilkan figur-figur yang memiliki kemampuan memadai, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.

Demikian antara lain dipaparkan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa dalam dialog di RRI, Jumat sore (27/10).


Teguh menambahkan, arti penting media massa berbasis internet ditopang oleh perkembangan platform digital yang telah menjadi arus utama (mainstream platform) di tengah masyarakat.

“Sekarang kita melihat platform digital ini adalah platform arus utama di mana publik mendapatkan informasi, juga bertukar pikiran dan gagasan mengenai hampir semua hal. Khususnya mengenai figur-figur baik yang mengikuti pemilihan di lembaga legislatif maupun yang ikut pemilihan presiden,” ujar Teguh.

Pada platform digital, ada dua entitas yang tumbuh bersama dan beriringan. Pertama, media massa berbasis internet yang bekerja berdasarkan hukum dan aturan pers serta tunduk pada UU Pers 40/1999, dan kedua adalah media sosial yang digunakan anggota masyarakat secara personal untuk menginformasikan juga untuk menyampaikan pandangan.

“Adapun akun media sosial yang dikelola oleh perusahaan media massa oleh Dewan Pers dinyatakan sebagai bagian dari produk pers,” urai Teguh.

Teguh juga mengatakan bahwa pihaknya selalu mengingatkan perusahaan pers yang menjadi anggota JMSI agar tetap tunduk pada kaidah jurnalistik dalam berkarya.

“Kita selalu ingatkan agar informasi yang dihasilkan (anggota JMSI) berorientasi pada nilai-nilai yang produktif, positif, dan konstruktif bagi kehidupan bernegara. Wabil khusus dalam menghadapi kontestasi politik,” kata dia lagi.

Saat disinggung soal gesekan di tengah publik sebagai ekses dari kompetisi politik, Teguh optimistik masyarakat luas sudah lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan politik.

Teguh yang pernah menjadi Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) membandingkan, kontestasi politik beberapa tahun belakangan ini diwarnai ketegangan dan perpecahan di tengah masyarakat.

Mulai dari Pilkada DKI Jakarta 2012, Pemilu dan Pilpres 2014, Pilkada DKI 2017, Pilkada serentak 2018, sampai Pemilu dan Pilpres 2019.

“Kalau saya lihat kembali rekaman dari tahun-tahun itu, saya cukup optimistik bahwa isu-isu tradisional yang dikembangkan dalam pemilihan-pemilihan lalu sudah terjawab. Isu tradisional yang saya maksudkan adalah terkait SARA. Misalnya 2019 ada dikotomi cebong dan kampret. Ruang publik kita sangat terpengaruhi oleh wacana itu,” lanjut mantan anggota Dewan Kehormatan PWI ini.

Saat ini, publik disuguhkan pada tiga kandidat pasangan capres-cawapres. Menurut mantan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) ini, ketiga pasangan tersebut memiliki unsur cebong dan unsur kampret.

“Ini bagus, dalam arti publik bisa melihat bahwa kontestasi politik seharusnya memang dijauhkan dari isu primordial,” tegasnya.

Di luar dari isu primordial yang memecah-belah, Teguh menilai penting bagi calon presiden dan wakil presiden untuk lebih berbicara soal kondisi dan tantangan bangsa Indonesia hari ini dan ke depan.

"Track record dan rekam karya kandidat penting dikenali publik. Juga penting untuk mengenali tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini, baik domestik, regional, dan global. Dari situ, publik bisa menilai model kepemimpinan seperti apa yang dapat membawa bangsa ini mengaruhi lautan tantangan itu,” tutup Teguh.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

RI Peringkat 18 Kasus Anti-Dumping, Kalah Agresif dari AS dan India

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19

Publik Diajak Terlibat Awasi Kualitas Makanan Lewat Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04

Keluarga Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pemalang Ngadu ke Legislator Nasdem

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52

Lembang Berpeluang Diserbu Wisatawan saat Long Weekend

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33

Kemlu RI Rayakan Africa Day 2026 Lewat Laga Persahabatan Diplomatik

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29

Sudah Bertransformasi, Penguatan Literasi Digital jadi Kunci Cegah TPPO

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26

Salat Id di Prancis, Prabowo Cetak Sejarah

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22

RI-Thailand Perkuat Hubungan Bisnis dan Kerja Sama Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54

Haji Mabrur Jadi Duta Antikorupsi

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50

Prabowo Dijadwalkan Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37

Selengkapnya