Berita

Bakal cawapres Koalisi Indonesia Maju, Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Jadi Bacawapres Prabowo, Gibran Didesak Segera Paparkan Visi

SELASA, 24 OKTOBER 2023 | 04:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) telah memicu diskusi sengit dalam diskursus politik Indonesia. Di mana pada 22 Oktober 2023, bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan pencalonan Gibran sebagai bacawapres.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai arah masa depan negara, terutama mengingat pengalaman politik nasional Gibran yang masih terbatas.

Jika terpilih sebagai wakil presiden, Gibran akan menjadi wapres termuda dalam sejarah Indonesia. Melampaui rekor yang dipegang oleh wakil presiden pertama Republik Indonesia, Muhammad Hatta, yang menjabat pada usia 43 tahun.


Pengamat politik kebijakan publik Universitas Indonesia, Vishnu Juwono, menyoroti pentingnya pencalonan ini dan tantangan yang akan dihadapi Gibran dalam perjalanan Pemilihan Presiden dan Wapres (Pilpres) 2024 yang akan datang.

“Bila kita membandingkan Gibran dengan wakil presiden sebelumnya seperti Sultan Hamengkubuwono IX, BJ Habibie, dan Jusuf Kalla, jelas terlihat bahwa tokoh-tokoh ini memiliki pengalaman luas dalam kancah politik nasional, bahkan internasional. Baik melalui peran mereka dalam Tentara Nasional Indonesia atau kebijakan publik tingkat nasional sebagai Menteri yang berpengaruh besar bagi publik," ujar Vishnu, dalam keterangannya, Senin (23/10).

"Rekam jejak kiprah politik nasional Gibran yang terbatas merupakan tantangan besar baginya untuk segera merumuskan dan mengartikulasikan visinya sebagai calon wakil presiden,” imbuh Visnu.

Meskipun perjalanan Gibran dalam arena politik nasional masih relatif baru, lanjut Visnu, pertanyaan yang ada di benak publik adalah: Visi seperti apa yang akan ia bawa untuk kemajuan Indonesia, terutama jika Prabowo tidak dapat menjalankan tugasnya atau pergi ke luar negeri nanti?

Sebab bila hal tersebut terjadi, menurut konstitusi, secara otomatis Gibran menduduki jabatan presiden.

Pengalaman Gibran sebagai Walikota Solo, sebuah kota di mana Unisri melakukan survei yang melaporkan tingkat kepuasan masyarakat sebesar 96 persen, menunjukkan kepopulerannya di mata warga Solo. Namun, dengan memiliki pengalaman baru dua tahun sebagai walikota, beberapa dari 17 program strategis yang ia usulkan sebagian besar masih dalam tahap pengembangan.

Selain itu skala wilayah Indonesia jauh lebih luas dan kompleks dengan 7.200 lebih kecamatan, dibanding Solo yang hanya 5 kecamatan saja.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Gibran untuk dengan cepat menyampaikan visi dan inisiatif program yang komprehensif yang akan dijalankannya bersama Prabowo Subianto dalam berbagai bidang, seperti kesejahteraan masyarakat, hukum, keamanan dan politik, juga perekonomian.

Hal ini tidak hanya akan mengatasi keterbatasan pengalamannya di panggung politik nasional, tetapi juga akan menepis keraguan publik atas kepemimpinan, kompetensi, dan kesiapannya sebagai calon wakil presiden.

Dalam penilaiannya, Vishnu pun menyimpulkan, “Nominasi Gibran sebagai (bakal calon) wakil presiden adalah peluang unik baginya untuk mendefinisikan identitas politiknya, yang lebih substantif dari sekadar mengandalkan popularitas tinggi ayahnya Presiden Joko Widodo. Publik luas tentu saja menantikan untuk mendengar visinya untuk masa depan dan strategi apa yang akan digunakannya untuk mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi Indonesia.”

Penunjukkan Gibran sebagai bakal cawapres ini telah memicu pertanyaan dalam rangkaian pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.  Sorotan tertuju pada Gibran saat ia meniti jalan menuju Wapres, dapat menunjukkan keterlibatan pemuda yang lebih substantif dan berorientasi program kebijakan dalam politik Indonesia, dibanding pencitraan semata.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya