Berita

Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi di TPK Sorong/Ist

Bisnis

TPK Sorong dan Jayapura Berpacu Menjadi Hub di Gerbang Pasifik

SELASA, 10 OKTOBER 2023 | 12:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kondisi kepelabuhanan di wilayah timur Indonesia, khususnya di Papua menarik menjadi perhatian. Posisinya yang strategis di pintu gerbang Samudra Pasifik, Papua menjadi andalan Indonesia sebagai primadona pusat perdagangan kawasan.

Namun aktivitas itu perlu ditunjang dengan pelabuhan peti kemas yang mumpuni. Saat ini  sudah ada Terminal Peti Kemas (TPK) Jayapura dan Sorong yang siap menyambut peluang tersebut.

Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi menilai, kedua daerah tersebut, kini sudah menjadi pusat perekonomian di wilayahnya masing-masing.


“Saya kebetulan beroleh kesempatan mengunjungi kedua pelabuhan (Sorong dan Jayapura) beberapa waktu lalu sehingga dapat menyaksikan langsung denyut aktivitas mereka,” kata Siswanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/10).

Menurut dia, dua terminal di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) itu, kini sudah mampu melayani bongkar muat di atas 50 ribu TEU per tahunnya.

“Peningkatan kinerja layanan ini terjadi sejak PT Pelindo melakukan transformasi pascamerger dengan mengimplementasikan standardisasi sistem operasional pelabuhan,” ungkapnya.
 
Sebelumnya, sambung Siswanto, belum ada perencanaan di TPK ini. Mereka bekerja apa adanya.

Kini, dari sisi Box Ship per Hour (BSH) sebelum melakukan transformasi per Agustus 2022 hanya sebanyak 17 boks, tetapi per Agustus 2023 sudah lebih cepat mencapai 30 boks. Sedangkan kinerja Box Crane per Hour (BCH) sebelumnya hanya mampu 8 boks, kini menjadi 22 box.

“Sementara, kinerja berthing time/port stay atau waktu sandar kapal sebelumnya butuh waktu 72 jam atau 2 hari, sekarang menjadi hanya 24 jam atau 1 hari. Ini suatu kemajuan yang pesat,” tambah dia.
 
Masih kata Siswanto, kinerja kinclong yang diperlihatkan oleh kedua terminal peti kemas itu memunculkan keinginan di kalangan pemangku kepentingan untuk menjadikannya sebagai hub.

“Dalam hal ini ke kawasan Pasifik Selatan. Dalam wawancara dengan Pejabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, keinginan itu dicetuskannya mengacu kepada kondisi kekinian Pelabuhan Jayapura yang sudah menjadi hub bagi beberapa daerah,” ungkapnya lagi.
 
Lanjut Siswanto, keinginan senada disampaikan juga oleh Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Sorong, Jece Julita Piris. Saat dikunjungi di kantornya beberapa waktu lalu, dia membeberkan alasan yang kurang-lebih sama.

“Pelabuhan Sorong selama ini sudah menjadi hub bagi kabupaten lainnya di Bumi Cendrawasih,” imbuh dia.
 
Pengamat maritim yang dikenal kritis itu berpandangan bahwa keinginan tersebut sesungguhnya sah-sah saja.

“Tetapi, keinginan menjadikan Jayapura dan Sorong sebagai hub, apalagi untuk kawasan Pasifik Selatan, jelas agak sedikit berlebihan. Pertama, diperlukan berbagai komponen lain selain keberadaan terminal/pelabuhan. Ambil contoh, konektivitas pelayaran,” bebernya.

Siswanto menambahkan bahwa konektivitas yang ada di Pelabuhan Jayapura dan Sorong sepenuhnya merupakan layanan antarpulau. Tidak atau belum ada konektivitas dengan negara di Pasifik Selatan dari kedua pelabuhan.

“Belum lagi dukungan asuransi, perbankan, galangan kapal dan sebagainya yang masih amat minim di Bumi Cendrawasih,” urainya.
 
“Hal yang mendesak yang bisa dilakukan oleh para pihak yang adalah bagaimana membangun industri di Tanah Papua, karena denyut pelabuhan yang ada masih sebagai supporting aktivitas ekonomi wilayah, belum sebagai agent of development sebagaimana diteorikan,” pungkas dia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya