Berita

Diskusi Membaca Dukungan Pilpres di Jawa Timur yang digelar di Malang pada Rabu (4/10)/Ist

Politik

Bursa Cawapres: Warga NU di Jatim Loyal dan Menyukai Erick Thohir

KAMIS, 05 OKTOBER 2023 | 03:15 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pekan lalu, nama Menteri BUMN Erick Thohir melejit menjadi urutan pertama sebagai calon wakil presiden pilihan warga Jawa Timur. Erick unggul jauh dari nama-nama lama seperti Khofifah Indar Parawansa dan Muhaimin Iskandar.

Hal ini terjadi karena saat ini Erick dianggap paling memiliki kedekatan kultural dengan para kiai NU.

Demikian diungkapkan Pengasuh Pesantren An-Nur 2 Malang,  KH. Khoirudin dalam diskusi Membaca Dukungan Pilpres di Jawa Timur yang digelar di Malang pada Rabu (4/10).


"Pak Erick adalah Ketua Panitia 1 Abad NU yang monumental. Dia juga rajin berkeliling pesantren dan sowan kepada para kiai. Beliau juga melakukan ziarah ke makam para pendiri NU seperti Mbah Hasyim dan Mbah Wahab. Hal ini tentu yang membuat Pak Erick dapat diterima di NU," kata Kiai Khoirudin.

Hal senada diungkapkan KH Ahsani Fathurrahman dari Pesantren Al-Ishlahiyah Malang. Menurutnya, hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan pilihan warga NU mulai mengerucut pada nama-nama yang kuat.

"Erick Thohir merupakan kandidat yang mewakili warga NU. Dengan beliau menempati urutan pertama sebagai cawapres, maka sangat layak untuk melengkapi capres Prabowo Subianto," kata Kiai Ahsani.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa dengan memenangkan Jawa Timur, potensi menjadi pemenang pada Pilpres 2024 sangat besar.

Sementara Dosen Universitas Muhammadiyah Malang Yunan Syaifullah mengatakan, selama ini pemilih di Jawa Timur merupakan pemilih loyal dan jumlahnya sangat besar.

"Upaya Erick Thohir untuk merajut simpul kaum Nahdliyin selama ini telah membuahkan hasil. Dengan adanya nama beliau di urutan pertama di hampir semua lembaga survei, menunjukkan dia punya modal besar untuk menjadi cawapres dari kalangan NU," kata Yunan.

Pembicara lainnya adalah mantan Rektor Universitas Brawijaya Malang Prof. KH. Muhammad Bisri menekankan, pentingnya para kandidat cawapres memiliki kekuatan di akar rumput.

"Para cawapres ini harus memiliki kaki-kaki yang mampu masuk secara riil ke perkampungan untuk meraup suara rakyat. Terutama menggunakan elemen para kiai kampung yang intens berhubungan dengan masyarakat," kata Bisri.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya