Berita

Aksi kader HMI dihadang oleh preman yang diduga bayaran di depan kantor Kementerian Investasi/Ist

Politik

Bukan jadi Tauladan, Menteri Bahlil Malah Sewa Preman Bubarkan Aksi HMI Bela Rempang

RABU, 04 OKTOBER 2023 | 16:19 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Aksi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan kantor Kementerian Investasi/BKPM dibubarkan paksa oleh preman bayaran.

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Barat, Rhezki Jovie Pratama menyayangkan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sebagai senior HMI tidak memberikan contoh yang baik bagi para kader. Padahal, mereka membela masyarakat Rempang atas kedzaliman.

“Hal ini sangat memalukan, Bahlil adalah senior HMI yang harusnya menjadi contoh dan tauladan kepada adik- adiknya di HMI tapi malah menyewa preman bayaran untuk menjaga kantornya,” kata Jovie kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/10).


Menurut Jovie, sebagai senior dan aktif di HMI, Bahlil semestinya paham dan bijak menyikapi aksi adik-adiknya. Bukan memukul mereka, melainkan membuka ruang dialog untuk beraudiensi.

“HMI bergerak juga pasti ada alasan dan sebelum anak-anak HMI turun ke jalan juga pasti sudah mempunyai alasan logis dan landasan diskusi yang mendalam, karena HMI didik menjadi kader yang intelektual dan miltan sehingga kalau demo atau aksi pasti punya pembekelan kajian yang mendasar,” beber Jovie.

Terhadap peristiwa ini, Ketum Cabang Jakarta Barat periode 2012-2013 ini berharap ada gerakan dari seluruh kader HMI se-Nusantara untuk membela masyarakat Rempang yang ingin diusir dari kampung tempat tinggalnya atas nama investasi.

“Peristiwa itu juga menandakan perang terbuka terhadap senior-senior HMI yang tidak pro rakyat dan pro kedzaliman,” pungkas Jovie.

Sebelumnya, kader HMI Cabang Jakarta Timur, Cabang Jakarta Raya dan Cabang Pusat-Utara (Pustara) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Investasi, namun aksi mereka dibubarkan paksa oleh preman yang diduga bayaran Menteri Bahlil Lahadalia.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya