Berita

Marco Nicastro, pengusaha dan presiden Soc.Coop. Agricola Mediterraneo di depan tanaman tomat yang rusak akibat badai/Net

Bisnis

Badai Besar Ganggu Panen Tomat di Italia, 20 Hektar Ladang Rusak

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2023 | 09:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para petani di Puglia, Italia, mengalami banyak kerugian setelah wilayah mereka dilanda cuaca ekstrem yang ganas dan tidak terduga pekan lalu.

Badai petir dan hujan disertai angin topan dan hujan es meninggalkan kehancuran di kebun zaitun, kebun anggur, dan kebun sayur.

Sekitar 20 hektar ladang tomat dilaporkan rusak saat peristiwa terjadi.


Marco Nicastro, Presiden Agricola Mediterraneo - perusahaan sayuran yang memiliki lahan seluas 500 hektar yang didedikasikan untuk pengolahan tomat di Provinsi Foggia - menceritakan bagaimana badai menghancurkan ladang mereka.

“Saat kami sedang memanen, sekitar tengah hari, angin puyuh menerjang sebagian wilayah kami dan berubah menjadi badai petir disertai hujan es. Faktanya, cuaca buruk diperkirakan akan terjadi pada hari Minggu dan Senin," kata Nicastro, seperti dikutip dari Fresh Plaza, Kamis (28/9).

"Jadi kami segera menghentikan panen karena mengetahui bahwa kami akan segera melihat kerusakan," ujarnya.

Nicastro menjelaskan, berdasarkan perkiraan awal, tanaman tomat berbentuk bulat dan panjang seluas 20-22 hektar memiliki tingkat kerusakan bahkan lebih dari 80 persen, namun di beberapa petak tanaman hancur seluruhnya sehingga hanya sistem irigasi permukaan saja yang terlihat.

"Untungnya, kampanye pengolahan tomat hampir berakhir, jika tidak, keseimbangannya akan mengkhawatirkan," katanya.

Pengusaha asal Apulia mengatakan, sebagai antisipasi menghadapi dampak kerugian, ia telah meminta petani agar mengambil asuransi untuk berjaga-jaga terhadap kejadian cuaca yang tidak terduga.

"Setidaknya, mereka harus mampu memulihkan produksi kotor yang dapat dijual. Banyak petani kini melihat asuransi bukan sebagai biaya tambahan, namun sebagai pengeluaran yang berguna untuk membatasi risiko bisnis," ujarnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya