Berita

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol Dharma Pongrekun/Repro

Politik

Komjen Dharma: Omnibus Law Kesehatan sebagai Kejahatan Kesehatan

RABU, 27 SEPTEMBER 2023 | 09:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sejak dibahas hingga disahkan, Omnibus Law Kesehatan terus menuai polemik. Undang undang ini bahkan disebut mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol Dharma Pongrekun sebagai kejahatan kemanusiaan.

"Saya sebut undang-undang ini, undang-undang kejahatan kemanusiaan yang mengkudeta otoritas Tuhan di dalam kehidupan kita di mana kita mendapatkan freewill untuk bisa memilih," katanya saat menjadi narasumber Channel YouTube Refly Harun, Rabu (27/9).

Disebut jahat, karena tubuh manusia akan dikuasai oleh negara. Tidak hanya tubuhnya, tetapi jiwa yang ada di dalam manusia itu sendiri itu akan tersandera.


Dharma memandang, dari nomenklaturnya UU ini bukanlah hasil buah karya pemikiran bangsa Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan rakyat yang memiliki dasar negara Pancasila.

Dia pun menganalogikan UU ini seperti endorse karena disitu ada nilai ekonomisnya. Indonesia seolah sudah menyerahkan kedaulatan kesehatan bangsa dan negara kepada WHO.

"Undang-undang ini bicara penyakit atau bicara apa? Ini bicara tentang eksploitasi dan dominasi terhadap kesehatan," tegasnya.

"Berarti ini konsepnya industrialisasi. Jadi tubuh manusia akan di industrialisasi oleh si pengendali," demikian Dharma Pongrekun.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya