Berita

Anggota Watimpres Habib Luthfi dianugerahi Penghargaan Dharma Pertahanan oleh Menhan RI Prabowo Subianto/Ist

Politik

Berjasa Ajarkan Nilai Kebangsaan, Habib Luthfi Dianugerahi Penghargaan Dharma Pertahanan

SENIN, 25 SEPTEMBER 2023 | 18:30 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Dr. (H.C) H. Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali Bin Yahya menerima Penghargaan Penganugerahan Dharma Pertahanan.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melalui prosesi pengalungan penghargaan dan penyerahan piagam di Ruang Hening Gedung Sudirman, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (25/9).

Menurut Prabowo, Habib Luthfi pantas menerima penghargaan tersebut berkat pengabdiannya selama ini.


"Dharma bakti beliau dalam perjalanan pengabdian beliau selalu sangat mengutamakan nilai-nilai kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, kedaulatan negara, NKRI dalam perjalanan beliau sebagai tokoh negara dan melaksanakan syiar agama selalu mengutamakan kerukunan dan jiwa persatuan,” kata Prabowo.

Lanjut Prabowo, semangat bela negara dalam dan tindakan-tindakan Habib Lutfi sangat dekat dengan TNI-Polri dalam melestarikan situs-situs bersejarah pantas menerima penghargaan.

Di kesempatan yang sama, Habib Luthfi mengapresiasi penganugerahaan yang diberikan kepadanya ini.

Dirinya menganggap apa yang selama ini dilakukan merupakan amanah untuk dapat mempertahankan NKRI semakin kokoh.

“Saya ucapkan terima kasih atas penganugerahan tersebut melalui Bapak Menhan, mengingatkan tanggung jawab kita dalam amanah bagaimana mempertahankan NKRI harga mati itu tugas kami karena persatuan dan kesatuan itu yang paling kokoh,” ujar Habib Luthfi.

Adapun latar belakang Habib Luthfi dalam mendapatkan penghargaan ini adalah karena telah berjasa dalam kerja sama membantu program dan kegiatan pemerintah dalam bidang pertahanan.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya