Berita

Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB)/Ist

Politik

Tiket KCJB Disubsidi, Pengamat Ideas: Beban APBN Sangat Berat

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2023 | 11:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah memastikan akan memberikan subsidi harga tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) agar dapat menarik penumpang saat sudah mulai dioperasikan untuk publik.

Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (Ideas) Yusuf Wibisono menuturkan, dengan memberikan subsidi untuk penumpang KCJB akan memberikan beban terhadap APBN dalam kurun waktu yang lama.

“Dengan profil proyek yang sangat tidak layak secara finansial, di mana untuk menarik penumpang dibutuhkan subsidi tiket yang masif, sedangkan proyek dibiayai utang dengan bunga yang tinggi," kata Yusuf kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/9).


Menurut Yusuf, resiko fiskal dari penjaminan APBN atau utang proyek kereta cepat ini tidak bisa diremehkan. Terlebih, ketika beban APBN kini sudah sangat berat.

Yusuf mengurai, untuk membayar bunga utang pada APBN 2024 diproyeksikan Rp 497,3 triliun, atau sekitar 22 persen dari penerimaan perpajakan.

“Ruang fiskal pemerintah akan semakin tergerus dengan banyaknya beban utang terselubung (contingent liabilities) seperti penjaminan terhadap proyek kereta cepat ini,” kata Yusuf.

Yusuf menambahkan, proyek ini juga kemudian diklaim mengalami pembengkakan biaya hingga US$ 1,6 miliar, sehingga total biaya mencapai US$ 6,73 miliar, lebih tinggi daripada proposal Jepang yang hanya US$ 6,2 miliar.

Dengan pembiayaan proyek 75 persen dari utang China dengan tenor 40 tahun dan bunga yang tinggi hingga 3,4 persen, pembengkakan biaya tentu menjadi sangat memberatkan.

“Padahal proyek kereta cepat ini proyek merugi dan membutuhkan subsidi tarif untuk menarik penumpang dalam waktu lama. Dan untuk tambahan utang akibat cost-overrun ini China meminta penjaminan dari APBN yang kini akhirnya pemerintah turuti,” kata Yusuf.

Maka, lanjut Yusuf, dengan diberikannya penjaminan APBN dapat disebut Indonesia benar-benar telah jatuh dalam jebakan utang China. Berutang dengan bunga tinggi untuk proyek-proyek yang merugi, sehingga hampir dipastikan akan menjadi beban APBN dalam jangka panjang.

“Penjaminan atas utang proyek kereta cepat dari China ini akan memberi tambahan beban tidak kecil terhadap APBN, karena utang ke China dikenakan bunga hingga 3,4 persen. Penjaminan ini berbeda jauh dari permintaan Jepang yang meminta penjaminan namun hanya mengenakan bunga utang 0,1 persen,” tutup Yusuf.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya