Berita

Anggota Dewan Pakar Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono/Ist

Politik

Peran Bulog Lumpuh, Gerindra: Beras Dikuasai Swasta, Bisa Muncul Kartelisasi Harga

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2023 | 03:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Dewan Pakar Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah untuk segera mengendalikan harga beras seiring harga jual di masyarakat sangat tinggi dan memprihatinkan.

Menurut pengamatannya, harga mencapai di sekitaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu untuk beras medium dan bahkan di kisaran Rp18 ribu untuk beras premium.

“Padahal, Indonesia sebagai negara agraris, harusnya hasil berasnya melimpah sebagaimana era 70-80 dan 90an,” kata BHS akrab disapa kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/9).


Anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini mengatakan, lembaga pangan di Indonesia seperti Bulog, Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan seharusnya segera mengambil peran yang semuanya bertanggung jawab untuk menciptakan ketahanan pangan bagi negara.

“Bahkan Bulog sebagai stabilisator pangan di Indonesia terlihat lumpuh dan hanya mampu menyerap di kisaran 2 persen dari total produk yang ada di Indonesia sehingga mayoritas beras kita dikuasai oleh swasta, yang dikhawatirkan bisa muncul adanya kartelisasi harga,” tegasnya.
 
Sambung Caleg Dapil Jatim I ini, lembaga pangan di Indonesia tersebut harus bertanggung jawab langsung kepada Presiden untuk melakukan pengawasan harga dan kualitas sesuai dengan Amanat UU 7/2014, PP 71/2015 tentang 11 Komoditas pokok pangan.

“Ini harus dapat dikendalikan oleh pemerintah termasuk beras di dalamnya,” tegasnya lagi.

Apalagi, lanjut dia, Indonesia merupakan negara yang mempunyai luasan tanah produktif terbesar di Asia ada sekitar 70 juta hektare, yang dimanfaatkan atau diolah seluas 45 juta hektare.

“Dimana hanya sekitar 7 juta hektare saja sebagai lahan produktif pertanian beras,” ungkap dia.

“Harusnya, saat ini Indonesia sudah menjadi negara penghasil pangan terbesar di dunia dan sebagai lumbung pangan untuk kebutuhan domestik dan internasional dan sudah seharusnya harga beras di Indonesia tidak setinggi saat ini,” tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya