Berita

Bakal Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, menemui perwakilan petani di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/9)/Ist

Politik

Temui Kelompok Tani Sukabumi, Anies Bertekad Tingkatkan Taraf Hidup Petani

RABU, 20 SEPTEMBER 2023 | 15:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Harga pangan yang semakin tinggi membuat keluarga-keluarga di Indonesia harus mengeluarkan uang lebih banyak demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Di sisi lain, harga pangan yang tinggi tak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Sekarang harga pangan meningkat tinggi, keluarga bayar mahal untuk itu. Tapi uangnya tak sampai ke petani,” ujar bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, saat berdialog dengan kelompok tani di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/9).

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu memandang, persoalan pupuk hingga sekarang belum juga terpecahkan. Padahal pupuk termasuk persoalan utama yang dihadapi petani.


“Kita ingin ada perubahan tata kelola di sektor pangan dan pertanian kita. Harga pupuk harus terjangkau. Petani juga dapat kepastian tentang ongkos produksi, kepastian pasokan, dan kepastian harga jual,” jelasnya.

Anies menegaskan, kebijakan negara di sektor pangan harus berkeadilan. Para petani, harus mendapatkan kesetaraan kesempatan untuk lebih sejahtera.

“Kita ingin tegakkan keadilan di bidang pangan, ada kesetaraan kesempatan bagi petani. Jangan sampai yang besar tambah besar, sementara yang kecil dilupakan,” tandasnya.

Di akhir dialog, perwakilan kelompok tani memberikan beras, cangkul, dan topi pak tani kepada Anies. Mereka berpesan agar Anies tak melupakan petani dan membuat kebijakan yang memihak jika ditakdirkan menjadi Presiden RI pada 2024.

Sementara Anies memakaikan jas kepada seorang perwakilan petani sebagai simbol harapan agar status petani lebih penting dan membanggakan. Diharapkan pula ada peningkatan taraf hidup bagi para petani dan keluarganya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya