Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Komisi IV: Pembelian Gabah Besar-besaran di Tingkat Petani Ganggu Stabilitas Harga

SELASA, 19 SEPTEMBER 2023 | 16:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Harga beras yang terus merangkak naik belakangan ini tak hanya karena stok yang berkurang sebagai dampak dari El Nino. Tapi juga karena diduga ada pembelian gabah besar-besaran di tingkat petani yang membuat harga makin tak bisa dikendalikan.

“Memang pasokan beras di pasaran terbatas, pertama karena panen gaduh, kedua karena kita menginformasikan bahwa (ada) pembelian besar-besaran gabah di tingkat petani, sehingga penggilingan beras biasanya mereka dapat, bersaing harganya,” kata anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/9).

Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini menambahkan, kenaikan harga beras ini sebenarnya sudah lama terjadi. Bahkan Komisi IV DPR RI sudah mendorong pemerintah untuk memberikan langkah cepat mengatasi permasalahan harga beras.


“Benar itu kenaikan harga beras itu sudah cukup lama ya, kita sempat menanyakan di rapat Komisi IV agar pemerintah memberikan langkah-langkah cepat dan taktis,” ucapnya.

Dengan kenaikan harga ini, lanjut Andi, sangat menguntungkan korporasi dan merugikan para petani di lapangan. Masyarakat yang menjadi konsumen beras tersebut juga terbebani karena harus membeli dengan harga yang lebih tinggi.

“Harganya sangat mahal ya, itu memang menguntungkan korporasi ini karena memang mengeluarkan jadi beras premium kan. Tapi efeknya itu bagi penggilingan beras kita tidak dapat gabah. Menyebabkan harga menjadi mahal, lihat pasokannya tadi kan,” tutupnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya