Berita

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali/Ist

Pertahanan

Kasal: Ksatria Laut merupakan Prajurit Terpilih, Tabah Sampai Akhir

RABU, 13 SEPTEMBER 2023 | 12:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-64 Hiu Kencana, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyematkan brevet Kehormatan Hiu Kencana kepada sejumlah Perwira Tinggi TNI AL di KRI Alugoro-405 yang sedang berlayar dari dermaga Madura, Ujung, Surabaya menuju perairan Selat Madura Surabaya Jawa Timur, Selasa (12/9).

Sejumlah pejabat TNI AL yang mendapatkan kehormatan ini adalah Pangkoarmada RI Laksdya TNI Heru Kusmanto, Danpushidrosal Laksdya TNI Nurhidayat, Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Suhartono, Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, Wagub Lemhannas Laksda TNI Maman Firmansyah, Pangkoarmada I Laksda TNI Achmad Wibisono, Pangkoarmada II Laksda TNI Yayan Sofiyan, dan Pangkoarmada III Laksda TNI Rachmad Jayadi.

Dalam sambutannya Kasal menyampaikan bahwa pemberian brevet merupakan penghormatan kepada orang yang telah berjasa bagi Satuan Kapal Selam.


“Pemberian Brevet Kehormatan Kapal Selam adalah sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan kepada personel yang telah memberikan sumbahsih nyata dan pemikiran demi kemajuan Satuan Kapal Selam", ujar Kasal.

Prosesi diawali terlebih dahulu dengan melakukan persiapan penyelaman, briefing prosedur yang harus dipatuhi di Kapal Selam serta menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal selam beroperasi, diantaranya mendeteksi posisi kawan dan lawan melalui periskop, serta mencoba mengoperasikan alat-alat yang ada di kapal selam seperti alat deteksi dan navigasi bawah air.

Korps Kapal selam TNI AL secara resmi dibentuk pada tanggal 12 September 1959 memiliki tradisi pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Kapal Selam kepada putra bangsa yang dinilai berjasa dalam mendukung pembinaan kapal selam sebagai salah satu senjata strategis dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Tradisi tersebut hingga saat ini masih dipertahankan dan telah banyak para tokoh putra bangsa yang menjadi warga kehormatan.

"Kapal Selam merupakan alutsista yang kehadirannya memberikan dampak politis dan efek penangkal bagi pihak lain. Namun dibalik itu semua, prajurit kapal selam dalam menjalankan misinya, selalu berhadapan dengan resiko musuh, cuaca maupun faktor lain yang dapat mempengaruhi. Keberanian, dedikasi dan kesetiaan prajurit dalam menghadapi kondisi inilah yang patut untuk dihargai dan diakui," kata Kasal.

"Prajurit Hiu Kencana harus selalu siap untuk melaksanakan tugas operasi mandiri hingga memasuki wilayah pertahanan musuh yang terdalam. Penugasan seperti ini memerlukan fisik yang tangguh, kecerdasan yang prima serta ketabahan emosional yang tinggi," tambahnya.

Kasal juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh prajurit Hiu Kencana atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara tercinta dengan terus mengobarkan semangat Wira Ananta Rudira, berlandaskan cita-cita Jalesveva Jayamahe.

"Ksatria laut yang merupakan prajurit terpilih serta senantiasa menggelorakan semangat pengabdian tabah sampai akhir. Semangat itulah yang membedakan dan membanggakan prajurit Hiu Kencana sebagai submariner karena harus siap menghadapi situasi yang terburuk sekalipun," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya