Berita

Waketum Partai Golkar Ridwan Kamil/Ist

Politik

Golkar Belum Ubah Keputusan Ridwan Kamil Ikut Pilgub DKI atau Jabar 2024

SENIN, 11 SEPTEMBER 2023 | 15:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Golkar sudah membuat rencana untuk Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil (RK) di Pemilu Serentak 2024.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu akan diplot sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta atau kembali bertarung di Pilkada Jawa Barat tahun 2024.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/9).


“Soal Ridwan Kamil sendiri kami juga sudah punya planning, kita waktu itu sudah memutuskan untuk mendorong RK menjadi calon gubernur, nanti tinggal pilih 2, antara di Jawa Barat lagi atau di Jakarta,” ungkap Doli.

Doli menegaskan, keputusan mendorong Kang Emil untuk menjadi DKI-1 atau Jabar-1 hingga saat ini masih belum dirubah.

“Jadi, keputusan itu sampai sekarang belum pernah kita tinjau ulang. Nah, jadi posisinya kayak gitu Golkar,” kata Doli.

Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar ini menepis spekulasi bahwa Ridwan Kamil bakal didorong sebagai bakal cawapres di Pilpres 2024.

“Kalau dalam konteks Golkar gak pernah. Kalau dalam konteks Golkar, kami sudah punya perencanaan yang cukup lama dibahas, mulai dari target pilpres, target pileg, target pilkada. Nah, RK itu sampai saat ini masih masuk dalam perencanaan di pilkada,” kata Doli.

Kendati begitu, Doli mengatakan keputusan itu masih memungkinkan untuk dirubah apabila Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menghendaki perubahan tersebut. Sebab, berdasarkan hasil Munas dan Rapimnas Golkar, mengenai Pilpres 2024 diserahkan sepenuhnya kepada Airlangga selaku pemegang mandat.

“Itu tergantung Pak Airlangga, maka kami sudah serahkan kepada Pak Airlangga untuk nanti keputusan akhirnya di Pak Airlangga yang sudah kita kasih mandat. Tentu dimulai dengan rapat rapat sesuai dengan mekanisme internal, ada rapat internal DPP kemudian nanti sampai ke Rapimnas aja,” demikian Doli.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya