Berita

Ekspresi Muhaimin Iskandar saat tampil di Mata Najwa/Repro

Politik

Soal "Gak Bahaya Ta", Cak Imin: Banyak Perasaan yang Harus Dijaga

SENIN, 04 SEPTEMBER 2023 | 23:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, mencuri perhatian saat berpidato dalam acara deklarasi Anies-Muhaimin sebagai pasangan Capres-cawapres, di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/9).

Sosok yang akrab disapa Cak Imin itu melontarkan pernyataan "Gak Bahaya Ta?" Ungkapan itu mengarah pada permintaan Romo Kiai Kholil As'ad di Situbondo pada 2021, agar Cak Imin mau menjadi calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Menurut Cak Imin, pernyataan itu merupakan bahasa akrab khas Jawa Timur. Istilah itu sering digunakan dengan maksud humor atau satire.


"Tapi sebetulnya ada makna di balik itu, Kiai Kholil ini memerintah berdasarkan keyakinan langit. Saya nggak berani menolak, karena beliau selalu langit," kata Cak Imin, dalam program Mata Najwa, Senin (4/9).

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra itu menambahkan, jika dicocokkan dengan situasi koalisi, pasangan Anies-Muhaimin sulit terwujud, karena PKB berada di koalisi pemerintah, sementara pengusung Anies rata-rata di luar pemerintahan.

Namun konstelasi politik yang cair membuat situasi hari ini berubah. Duet Amin alias Anies-Muhaimin pun kini resmi dideklarasikan. Cak Imin menyebutnya sebagai jalan Tuhan.

"Saya bilang bahaya itu memang realitas pada komitmen bagaimana agar soliditas koalisi terjaga. Koalisi yang sudah saya bangun dengan berbagai partai, kemudian ingin berlanjut, kemudian banyak yang memang harus dijaga perasaannya lah," tukas Cak Imin.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya