Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Bersaing dengan China, Produsen Mobil Listrik Eropa Harus Mampu Buktikan Keunggulan Produk, Strategi dan Rantai Pasokan

SENIN, 04 SEPTEMBER 2023 | 15:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jika tidak ingin dikalahkan oleh China di era mobil listrik, produsen mobil Eropa harus membuktikan kemampuan mereka.  

Analis dan eksekutif industri di pameran mobilitas IAA di Munich mengatakan, Eropa harus menunjukkan kemampuan mereka mulai dari produk dan strategi keuangan hingga pengendalian rantai pasokan.

“Eropa harus berhenti bersikap naif dari sudut pandang makroekonomi dalam menghadapi Tiongkok,” kata Gilles Le Borgne, kepala teknik Renault (RENA.PA), seperti dikutip dari Reuters, Senin (4/9), merujuk pada kendali negara tersebut atas rantai pasokan baterai secara penuh.


Sekitar 41 persen peserta pameran pada acara tahun ini berkantor pusat di Asia, dan jumlah perusahaan China meningkat lebih dari dua kali lipat, termasuk pemain di bidang baterai dan produksi kendaraan listrik seperti BYD, CATL, dan XPeng.

Para pemain Tiongkok dan Jerman, termasuk produsen dan pemasok mobil terkemuka Jerman serta LeapMotors dan Horizon Robotics China, juga akan berbicara pada konferensi EV Tiongkok yang akan diadakan pada Rabu dan Kamis untuk pertama kalinya di luar China sebagai bagian dari IAA.

Persaingan harga akan menjadi tema utama konferensi tersebut, dengan Tesla (TSLA.O) memamerkan Model 3 terbarunya yang akan mulai dijual di Eropa mulai bulan Oktober dengan harga 42.990 euro atau sekitar 46.400 dolar AS.

Mercedes-Benz (MBGn.DE) akan menghadirkan kelas kompak CLA dan BMW (BMWG.DE) Neue Klasse, keduanya menargetkan jangkauan dan efisiensi yang lebih tinggi dengan mengurangi separuh biaya produksi.

Volkswagen (VOWG_p.DE) meluncurkan mobil pamer untuk merek CUPRA pada hari Minggu dan menguraikan pendekatan berorientasi desain baru untuk perusahaan tersebut, dengan kepala desainer bekerja lebih dekat dengan 10 CEO mereknya untuk diferensiasi yang lebih kuat.

“Apa yang dulunya merupakan kinerja industri mobil Jerman untuk menunjukkan posisinya yang sangat kuat kini menjadi pertemuan yang setara antara pemain progresif dari seluruh dunia, khususnya Tiongkok,” kata Fabian Brandt dari konsultan Oliver Wyman.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya