Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Nobel Batal Undang Rusia, Iran, dan Belarusia karena Perang Ukraina

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2023 | 10:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah mendapat banyak kecaman, Nobel Foundation akhirnya batal mengundang Duta Besar Rusia, Belarusia dan Iran ke acara penghargaan tahunan mereka.

Hal itu diungkap Nobel dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Reuters pada Sabtu (2/9).

Nobel yang berkantor di Stockholm, Swedia mengatakan akan kembali pada keputusan tahun lalu di mana mereka tidak mengundang perwakilan Rusia dan sekutunya Belarus karena perang di Ukraina.


Mereka membuat keputusan yang sama mengenai Dubes Iran atas tindakan keras Teheran tersebut terhadap protes warga.

"Oleh karena itu, kami memilih untuk mengulangi pengecualian tahun lalu yaitu, tidak mengundang duta besar Rusia, Belarusia, dan Iran ke upacara penghargaan Hadiah Nobel di Stockholm,” bunyi pernyataan tersebut.

Keputusan itu dibuat setelah Nobel dikritik partai politik di Swedia karena memiliki rencana mengundang tiga negara yang dimusuhi Barat dalam acara tahunan yang digelar Desember mendatang.

Pada Kamis (31/8), Nobel mengumumkan tetap akan mengundang Dubes Rusia, Iran dan Belarusia meskipun pemerintah mereka tidak memiliki nilai-nilai yang sama dengan Nobel Prize.

Namun Parpol Swedia menolak keras, bahkan mengancam akan memboikot acara tersebut jika Nobel jadi mengundang mereka.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya