Berita

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu/RMOL

Politik

Minta Maaf ke Cak Imin Tak Hadir Deklarasi, Presiden PKS: Kita Semakin Optimis Menangkan Pilpres 2024

SABTU, 02 SEPTEMBER 2023 | 16:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Permintaan maaf disampaikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu kepada Ketua Umum Partai Kebangkiitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar yang dideklarasikan sebagai bakal calon wakil presiden (Bacawapres) untuk Anies Baswedan.

Hal tersebut disampaikan Syaikhu dalam jumpa pers di Kantor DPP PKS, di Jalan TB. Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9).

"Saya pertama mungkin mengucapkan permohonan maaf tidak bisa hadir di Surabaya, tadi sudah menyampaikan ke Ketum PKB," ujar Syaikhu.


Dia menjelaskan, Cak Imin mengundang dirinya sebagai pimpinan DPP PKS untuk datang ke Surabaya, menyaksikan deklarasi dukungan PKB kepada Anies sebagai bakal calon presiden (Bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Sekaligus katanya, juga mengumumkan posisi Ketua Umum PKB yang karib disapa Cak Imin itu sebagai bacawapres yang akan dimajukan KPP di Pilpres 2024.

"PKS sangat menyambut baik dan ahlan wa sahlan atas masuknya PKB di KPP, yg mengusung Bapak Anies sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2024," ucapnya.

"Insya Allah ini akan semakin mengokohkan semangat untuk memenangkan, dan insya Allah kita semakin optimis untuk memenangkan Pilpres 2024, mewujudkan Indonesia adil, sejahtera dan bermartabat," demikian Syaikhu menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya