Berita

Mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen/Net

Dunia

Meta Tolak Tangguhkan Akun Mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen

RABU, 30 AGUSTUS 2023 | 16:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rekomendasi penangguhan akun mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen yang diajukan Dewan Pengawas, mendapat penolakan tegas dari raksasa teknologi Meta.

Mengutip The Diplomat pada Rabu (30/8), rekomendasi itu sebenarnya telah diberikan Dewan Pengawas sejak Juni lalu.

Panel yang berisi para ahli independen itu mendesak agar Meta memblokir akun Hun Sen selama enam bulan karena pidato saat dia mengancam lawan politiknya viral di media sosial.


Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (29/8), Meta menolak rekomendasi tersebut karena menilai penangguhan jangka panjang akan bertolak belakang dengan kebijakannya.

"Setelah menilai Halaman Facebook dan akun Instagram Hun Sen, kami memutuskan bahwa menangguhkan akun-akun tersebut di luar kerangka penegakan hukum reguler kami tidak akan konsisten dengan kebijakan kami," tegas Meta.

Pidato Hun Sen yang viral itu terjadi saat dirinya menghadiri upacara pembangunan jalan Januari lalu. Pria berusia 71 tahun itu mengancam politisi oposisi Kamboja yang menuduh partainya Partai Rakyat Kamboja (CPP) mencuri suara.

"Pilihannya hanya ada dua: yang satu menempuh jalur hukum, yang satu lagi menggunakan tongkat. Mau apa," kata Hun Sen dalam pidatonya.

Dia semakin menggebu dan mengancam akan menempuh cara kekerasan untuk menghukum oposisi tersebut.

“Entah Anda menghadapi tuntutan hukum di pengadilan atau saya mengumpulkan orang-orang CPP untuk melakukan demonstrasi dan memukuli Anda," tambahnya.

Meta pernah dikritik Dewan Pengawas karena mengizinkan postingan video tersebut tetap online, dengan alasan bahwa status Hun Sen sebagai pemimpin nasional membuat pernyataannya layak diberitakan.

Kendati demikian, menurut Dewan Pengawas, kerugian dari mengizinkan konten Hun Sen tetap beredar tidak sebanding dengan nilai kepentingan publik.

Akhirnya Meta menghapus video atas desakan dewan dan mengumumkan bahwa mereka akan melakukan peninjauan terhadap berbagai rekomendasi Dewan.

Hun Sen memimpin partainya meraih kemenangan telak dalam pemilu nasional pada tanggal 23 Juli, dimana partai oposisi utama negara tersebut dilarang berpartisipasi.

Hal ini merupakan awal dari peralihan kekuasaan dari generasi ke generasi di dalam CPP, termasuk suksesi Hun Sen oleh putra sulungnya Hun Manet, yang mengambil alih kekuasaan pada 22 Agustus.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya