Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hampir 70 Juta Orang Asia Jatuh Miskin Akibat Pandemi dan Inflasi

KAMIS, 24 AGUSTUS 2023 | 23:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan keuangan yang dirilis Bank Pembangunan Asia (ADB) pada Kamis (24/8), menyebut hampir 70 juta orang di negara-negara berkembang di Asia, jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem tahun lalu.

Kemiskinan ekstrem merupakan kondisi di mana seseorang hidup dengan pendapatan kurang dari 2,15 dolar AS atau Rp 32 ribu per hari.

ADB mengungkap, terdapat 46 negara berkembang di seluruh Asia Pasifik, dan 67,8 juta orang yang hidup di sana masuk dalam kategori miskin ekstrem.


"Tercatat 67,8 juta orang atau sekitar 3,9 persen dari populasi negara berkembang Asia yang berjumlah sekitar 155,2 juta, hidup dalam kemiskinan ekstrem sepanjang tahun 2022," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat Arab News.

Menurut kepala Ekonom AS, Albert Park, penyebab kemiskinan ekstrem yang melanda warga Asia di antaranya ialah dampak pandemi Covid-19 dan juga inflasi yang mengiringinya.

"Asia dan Pasifik terus pulih dari pandemi Covid-19, tetapi peningkatan krisis biaya hidup menghambat kemajuan dalam pengentasan kemiskinan,” kata Park.

Inflasi di sebagian besar negara telah melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, hal ini didorong oleh pulihnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya gangguan rantai pasokan.

Kenaikan harga berdampak pada semua orang, namun masyarakat miskin adalah pihak yang paling terkena dampaknya karena mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok termasuk layanan kesehatan dan pendidikan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya